Surya/

Sambang Kampung

Warga Tanah Merah, Hijaukan Kampung dengan Tanaman Produktif

Dibandingkan kampung lain di sekitarnya, kampung RT 11/RW 4 Tanah Merah, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya, lebih hijau. Ini sebabnya...

Warga Tanah Merah, Hijaukan Kampung dengan Tanaman Produktif
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Kampung RT 11 RW 4 Tanah Merah Kelurahan Tanah Kali Kedinding tampak hijau lantaran penuh ditanami dengan aneka tumbuhan. Warga memiliki komitmen untuk membuat kampung menjadi hijau dan asri dengan program penghijauan dengan tanaman produktif dan tanaman hias. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga kampung RT 11/RW 4 Tanah Merah, Kelurahan Tanah Kali Kedinding,  tampak berbeda dibandingkan kampung lain di sekitarnya. Kampung yang ada di gang Seledri ini tampak hijau lantaran penuh ditanami aneka tumbuhan.

Bendahara PKK RT 11 Khuzaemi mengatakan warga di sini memang memiliki komitmen untuk membuat kampung menjadi hijau dan asri. Mereka memiliki program penghijauan dengan tanaman produktif dan tanaman hias.

"Waktu awal digagas, dari RT juga membagikan bibit gratis. Agar ditanam di depan rumah. Yang tidak punya lahan ya ditaruh di pot," ucap wanita yang akrab disapa Emi ini.

Setiap rumah harus memiliki tanaman hijau. Awalnya yang ditanam adalah tanaman mangga. Namun karena lahan terbatas dan mangga memiliki tanaman yang rimbun dan kokoh ternyata justru kurang cocok.

Akar tanaman mangga kerap merusak paving. Sehingga tanaman produktif diganti dengan tanaman buah belimbing. Hampir setiap rumah di kampung ini memiliki pohon buang belimbing. Selain tidak rimbun dan tidak cukup tinggi, buah yang dihasilkan juga banyak diiminati oleh warga dan anak-anak.

"Kalau dari kampung sebulan sekali ada giat kerja bakti bareng-bareng. Termasuk rutin melakukan penyiraman tanaman penghijauan," katanya.

(Baca: Warga Kampung Tanah Merah Andalkan Koperasi untuk Solusi Keuangan`)

Ia mengakui bahwa ada saja warga yang kurang kompak, namun sebagai warga yang guyub semuanya saling mengingatkan. Jika sudah diingatkan namun tidak mau diajak maju, maka warga sepakat meninggalkan.

"Jadi ya dibiarkan, tapi tidak ditiru. Agar yang kurang mengikuti bisa melihat hasil warga yang sidah berbenah soal penghijauan," kata Emi.

Lebih lanjut Sekretaris PKK RT 11 Muria Ningsih mengatakan penghijauan dan gerakan membuat kampung menjadi asri tidak dilakukan setengah-setengah. Warga juga membuat pupuk kompos organik dari sampah rumah tangga. Pupum itu digunakan untuk penyubur tanaman di kampung mereka.

"Kalau soal kampung hijau, sudah berjalan. Yang belum itu soal kampung belajar. Sejak lama anak-anak saya habis maghrib sudah tidak boleh keluar untuk belajar. Akan lebih baik jika semua sekampung anak-anak belajar di waktu yang sama," kata Muria.

Namun hal ini masih belum dibahas lebih lanjut di tataran kampung. Pihaknya berharap adanya jam belajar untuk anak-anak kampung bisa segera dibuat. Agar anak-anak tidak terjebak dengan pengaruh dunia gagdet melainkan lebih serius untuk belajar.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help