Berita BUMN

PTPN XI Siap Jual Listrik Dua Pabrik Gula ke PLN, Kapasitasnya 10 MW

PT PLN (Persero) memastikan membeli listrik dari kelebihan listrik (excess power) dari Pabrik Gula (PG) Djatiroto dan PG Assembagoes.

PTPN XI Siap Jual Listrik Dua Pabrik Gula ke PLN, Kapasitasnya 10 MW
surya/sri handi lestari
GM PLN Distribusi Jatim Dwi Kusnanto (kiri) dan Dirut PTPN XI M Cholidi saat penandataan MoU kerjasama di Surabaya, Rabu (20/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII dan PT PLN (Persero) Tbk Kantor Distribusi Jatim melakukan penandatangan kerjasama (Memorandum of Understanding), di Surabaya, Rabu (20/9/2017).

PT PLN (Persero) memastikan membeli listrik dari kelebihan listrik (excess power) dari Pabrik Gula (PG) Djatiroto dan PG Assembagoes, dua PG ini di bawah pengelolaan PT PN XI.

Direktur Utama PT PN XI, M Cholidi, mengatakan, dari masing-masing PG itu mampu menghasilkan energi listrik kurang lebih 20 Mega Watt (MW).

"Dari jumlah itu, kami manfaatkan untuk internal PG, ada sisa atau excess power yang mencapai 10 MW," jelas Cholidi, usai penandatangan MoU, di kantor PTPN XI, Surabaya.

Listrik dari dua PG itu merupakan hasil dari pemanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dari pengembangan Cogeneration di luar masa giling dengan mengoperasikan Boiler dan Turbine Generator yang dapat menghasilkan listrik.

"Hal ini juga merupakan kerjasama bisnis yang saling menguntungkan dan bentuk sinergi BUMN untuk membangun kemandirian energi berbasis sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan secara bersama sama," tambah Cholidi.

Sedang Dwi Kusnanto, General Manager PT PLN (Persero) Kantor Distribusi Jatim, menambahkan dalam kerjasama ini, PLN siap membeli listrik yang dialokasikan untuk dibeli.
"Nantinya dari PG-PG itu, langsung masuk ke jaringan distribusi Jawa dan Bali. Dengan adanya sumber listrik dari EBT PG, bisa mengurangi sumber listrik yang memanfaatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) atau bahan bakar dari fosil," jelas Dwi Kusnanto.

Soal harga, baik Dwi maupun Cholidi, belum bisa menyebutkan harga.

Menurut keduanya, MoU ini masih sekitar kesepakatan untuk kerjasama.

"Soal harga nanti akan ada pembahasan lagi. Sementara target pelaksanaannya masih akan di tahun 2018," jelas Dwi.

Sedang pengembangan Cogeneration diluar masa giling dengan mengoperasikan Boiler dan Turbine Generator yang dapat menghasilkan listrik itu didapat setelah PT PN XI mendapatkan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas dan produksi gula PTPN XI.

Dana PMN diatas merupakan bagian dari rencana investasi di kedua PG, yang secara keseluruhan dalam kurun 2015-2019 memerlukan dana Rp 1,6 triliun.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help