Berita Surabaya

Bandar Narkoba Ditembak Mati- Borgol Dilepas, Erfin malah Berontak lalu Menyerang Polisi

Begitu borgol dilepas, dia berontak dan menyerang petugas. Polisi memberi tembakan peringatan dua kali, tapi tetap menyerang secara membabi buta.

Bandar Narkoba Ditembak Mati- Borgol Dilepas, Erfin malah Berontak lalu Menyerang Polisi
surya/fatkhul alami
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin (tengah) menunjukkan barang bukti yang disita dari pelaku Erfin di RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (20/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ditresnarkoba Polda Jatim menembak mati bandar narkoba jenis sabu, Erfin alias Bogel (34).

Pria asal Taman Ketegan, Taman, Sidoarjo itu ditembak saat hendak mengambil sabu di Desa Tebaloan, Duduksampeyan, Gresik, Rabu (20/9/2017) 14.30 WIB.

Kejadin ini bermula ketika Polisi mendapat informasi ada transaksi sabu di Jl Suningrat Taman Sidoajo, Selasa (19/9/2017).

Setelah diselidiki, polisi mencurigai seorang pria bernama Erfin yang menerima sabu dengan sistem ranjau. Polisi yang sudah membuntuti Erfin langsung menangkapnya.

"Dari Erfin alias Bogel ini, kami mengamankan sabu sebanyak 6,41 ons. Dia ditangkap di Taman," sebut Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin di Intstalasi Kedokteran Forensik RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (20/9/2017).

Setelah penangkapan Erfin, polisi melakukan pengembangan. Pelaku yang merupakan bandar narkoba di wilayah Surabaya dan sekitarnya ini menjual sabu ke seorang pengedar asal Surabaya, Bagus alias Ucil (23).

Pemuda asal Karangpilang Surabaya ini akhirnya ditangkap dengan barang bukti 4 gram sabu di Tretes, Pasuruan, Selasa (19/9/2017) pukul 17.00 WIB.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Bagus mengaku sabu dipasok dari Erfin. Polisi pun melakukan penggeledahan ke runah Erfin.

"Dari rumah Erfin, kami kembali menemukan dan menyita sabu seberat 1,2 Kg," tutur Machfud Arifin.

Lantaran Erfin ini merupakan bandar dan biasnya punya jaringan lain, termasuk memantau komunikasi melalui telphone (HP) milik Erfin.

Halaman
12
Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help