Pemkot Surabaya

Pemkot Bentuk Badan Usaha Logistik- Kabag Perekonomian: Dua Hal ini Dikaji untuk Opsi Pembentukannya

Kepala Bagian Perekonomian Khalid menyebutkan saat ini belum ada badan usaha khusus mengani masalah stabilitas harga barang pokok di dalam kota.

Pemkot Bentuk Badan Usaha Logistik- Kabag Perekonomian: Dua Hal ini Dikaji untuk Opsi Pembentukannya
surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Kabag Perekonomian Pemkot Surabaya, Khalid. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya membentuk badan usaha baru.

Badan usaha ini kini masuk tahap kajian itu rencananya direalisasikan di tahun 2019.

Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Surabaya Khalid menyebutkan saat ini belum ada badan usaha khusus mengani masalah stabilitas harga barang pokok dalam kota.

"Rencananya bentuknya semacam badan usaha logistik. Selama ini belum ada badan usaha yang menangani masalah stabilitas barang dan bahan pokok, ini membuat kota Surabaya sering terpengaruh jika ada kenaikan harga bahan pokok dari luar kota," kata Khalid, Selasa (19/9/2017).

Dia menyebutkan, pembentukan badan usaha logistik ini sedang dalam pertimbangan. Opsi pertama, badan usaha ini akan dicantolkan ke salah satu BUMD yang sudah ada. Kedua akan dibuat BUMD baru.

Jika dicantolkan ke BUMD yang ada, hanya perlu menambahkan unsur usaha logistik ke BUMD tersebut.

Misalnya di Perusahaan Daerah Pasar Surya dan juga di Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan.

"Kalau membuat badan usaha atau badan hukum baru maka dia akan fokus menangani basic needs warga di Surabaya sehingga kita tidak akan dikejar-kejar kekurangan bahan pokok tertentu saat ada kelangkaan ataupun saat ada kenaikan harga," katanya.

Menurut Khalid, kajian ini akan dilakukan hingga akhir tahun, dan disiapkan pembentukannya di tahun 2018 dan siap diaplikasikan pada 2019.

Sebab ia mencontohkan, sejumlah kejadian saat kelangkaan bawang putih, kenaikan harga cabai, dan juga kenaikan harga gula beberapa waktu lalu sempat mempengaruhi Surabaya.

Warga yang membutuhkan bahan tersebut terutama pelaku usaha harus berpikir lebih untuk mengatasi kelangkaan. Namun jika ada badan usaha logistik yang fokus menangani kebutuhan pokok warga Surabaya maka hal tersebut bisa dihindari.

Menanggapi rencana Pemkot tersebut, anggota fraksi Partai PKB, Mazlan Mansyur menanggapi positif.

Menurut anggota Komisi B DPRD Surabaya ini, upaya menjaga stabilitas harga dan kebutuhan pokok dirasa penting untuk Kota Surabaya.

"Kalau menurut saya, tidak perlu dicantolkan ke BUMD yang sudah ada. Nanti malah tidak fokus. Dan masalah stabilitas kebutuhan bahan pokok, adalah masalah kompleks, jangan sampai kalau dicantolkan malah membebani BUMD yang sudah ada," kata Mazlan.

Ia menyebut, terlebih BUMD yang mana yang akan ditambahkan belum jelas. Tidak semua BUMD cocok ditambahkan masalah logistik.

"Masak PDAM ditambah urusan logistik. Nggak cocok dan nggak fokus sama sekali. Bikin badan usaha baru saja, manfaatnya akan besar untuk warga Surabaya," kata Mazlan. Bahkan ia mendorong agar badan usaha ini digodok matang dan bisa segera direalisasikan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help