Surya/

Single Focus

Siswa SMA Bermobil ke Sekolah, Kebutuhan atau Gaya Hidup- Siswa Dianjurkan Pakai Antar-Jemput

“Sejak awal masuk, kami memberi pengertian pada siswa dan orang tua agar tidak memberikan mobil untuk dikendarai sendiri ke sekolah.”

Siswa SMA Bermobil ke Sekolah, Kebutuhan atau Gaya Hidup-  Siswa Dianjurkan Pakai Antar-Jemput
surya/achmad zaimul haq
MOBIL SISWA - Tulisan himbauan pihak SMAN 2 terpampang di depan gapura sekolah Selasa (12/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hingga kini sekolah di Surabaya tidak mengizinkan siswanya membawa mobil ke sekolah. Mereka dianjurkan menggunakan kendaraan umum atau diantar orang tua.

Kenyataannya, pelajar sekolah menengah atas ini, banyak yang menggunakan kendaraan pribadinya, mulai motor atau kendaraan roda empat.

Seperti diungkapkan Wakil Kepala SMKN 6 bagian Kesiswaan, Edy Prayitno, beberapa siswa memang bisa membawa mobil sendiri. Hanya saja, sekolah tidak mengizinkan.

Sebab, siswa harus memarkir mobilnya di sekitar sekolah. Padahal, sekolah tidak memiliki cukup lahan untuk parkir mobil siswa.

“Ada yang bawa mobil, tetapi biasanya hanya saat kelas meeting atau praktek. Karena barang bawaannya banyak. Biasanya tetap diantar orang tua pakai mobil,” ungkapnya.

Jangankan mobil, lanjut Edy, siswa yang memiliki izin mengemudi sepeda motor saja juga minim.

Baca: Siswa SMA Bermobil ke Sekolah, Kebutuhan atau Gaya Hidup- Orangtua Tak Khawatir daripada Naik Motor

Hal senada dilontarkan Wakil Kepala SMAK Petra 2, Thomas Suhatmanto. Lahan sekolah yang terbatas membuat sekolah menerapkan aturan larangan membawa mobil bagi siswa.

Sekolah justru menganjurkan siswa diantar atau menggunakan fasilitas antarjemput.

“Sejak awal masuk, kami memberi pengertian pada siswa dan orang tua agar tidak memberikan mobil untuk dikendarai sendiri ke sekolah,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help