Surya/

Berita Surabaya

Penganiaya Bocah Madrasah Ibtidaiyah di Arena Car Free Day Diduga Anak Punk. Masalahnya Ini

Farhan yang hendak pulang dari Car free day menjadi sasaran sekelompok anak punk. Anak-anak kelompok ini ada yang membawa gitar kecil atau kentrung.

Penganiaya Bocah Madrasah Ibtidaiyah di Arena Car Free Day Diduga Anak Punk. Masalahnya Ini
surya/nuraini faiq
Farhan, Bocah SD saat dievakuasi untuk dibawa ke RS Dr Soetomo usai dikepruk gitar sekelompok anak-anak yang tak dikenal, Minggu (17/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Farhan, bocah kelas VI sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI setara SD) di Surabaya menjadi korban kekerasan teman sebaya. Namun, pelaku ternyata adalah anak punk.

Lantas kenapa anak yang biasa menghabiskan waktu di jalanan itu bisa mengepruk Farhan.
Anggota Linmas Kota Surabaya, Sodikin, menuturkan kekerasan yang membawa korban itu terjadi tiba-tiba.

Farhan yang hendak pulang dari Car free day menjadi sasaran sekelompok anak punk. Anak-anak kelompok ini ada yang membawa gitar kecil atau kentrung.

"Ada sejumlah anak punk juga jalan menuju lampu merah Al Falah. Mereka berpapasan dengan Farhan," cerita Sodikin yang ternyata melihat keributan di lampu merah itu.

Sodikin menuturkan meski masih usia SD (kala VI) Farhan menggoda seorang cewek. Ternyata cewek ini tanpa sepengetahuan Farhan adalah teman kelompok punk.

"Korban sempat menggoda dan minta foto selfie. Saat itulah, kelompok punk seperti murka dan mengejar Farhan. Korban langsung dikepruk," kata Sodikin.

Begitu usai mengepruk korban, kawanan anak punk itu kabur. Begitu juga cewek yang diduga anggota punk ikut kabur.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help