Surya/

Berita Kampus Surabaya

Nilai Akreditasinya seperti ini, Kemenritekdikti Sarankan 330 PTS di Jatim untuk Merger

“Merger ini untuk peningkatan kualitas, jadi PTS bisa tetap beroperasi dengan baik," ujar Prof Suprapto.

Nilai Akreditasinya seperti ini, Kemenritekdikti Sarankan 330 PTS di Jatim untuk Merger
surya/adrianus adhi
Ketua Kopertis VII Prof Suprapto. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kualitas perguruan tinggi swasta (PTS) kembali menjadi sorotan. Selain progres meningkatkan jumlah perguruan tinggi dengan akreditasi A.

Kini Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyarankan PTS untuk melakukan merger. Yaitu PTS dengan akreditasi C yang jumlahnya mencapai 330 PTS di Jatim.

Koordinator Kopertis 7 Jawa Timur, Prof Suprapto mengatakan, proses merger tidak hanya melihat akreditasi. Perguruan tinggi dengan akreditasi A, B, atau C bisa ikut melakukan merger. Umumnya, perguruan tinggi yang mengajukan merger berasal dari satu yayasan. Namun, untuk PTS yang tidak satu yayasnabtetap bisa merger asalkan sudah disamakan visi dan misinya.

“Merger ini untuk peningkatan kualitas, jadi PTS bisa tetap beroperasi dengan baik. Karena biasanya PTS ada yang jumlah mahasiswanya tidak mencukupi dengan kebutuhan operasional kampus,”ujarnya pada SURYA.co.id, Minggu (17/9/2017).

Dikatakannya, di Jatim telah ada beberapa PTS yang mengajukan merger. Yaitu di Pasuruan dab Madiun, di Madiun IKIP dan Stikes melakukan merger menjadi universitas.Menurut dia, pengajuan untuk merger terus bertambah. Pekan ini, jelas dia, setidaknya akan ada lagi pertemuan dengan perguruan tinggi yang akan melakukan merger. Suprapto menyebut, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari melakukan merger.

Salah satunya adakah efisiensi. Dari segi kepemimpinan, misalnya. Dari semula dua pemimpin, maka setelah merger akan menjadi satu pimpinan. Terutama lembaga yang berasal dari satu yayasan. Praktis, manajemen juga akan menjadi lebih efisien. ”Karena satu komandan, satu manajer,” tuturnya.

Adapun lembaga yang berbeda yayasan, juga bisa bergabung. Biasanya ini dilatarbelakangi dengan visi yang sama. Selain itu, merger juga bisa dilakukan ketika jumlah mahasiswa minim. Biasanya, jelas dia, satu prodi setidaknya ada 20 mahasiswa. Sebanyak 20 mahasiswa itu ideal untuk bagi sebuah prodi untuk break event point (BEP) alias tidak untung dan tidak rugi. ”Tapi kan BEP, belum dapat untung,” terangnya.

Karena itu, dengan merger, jumlah mahasiswa bisa bertambah dan memberikan keuntungan lebih kepada lembaga.

Sebelumnya, Menteri Ristek Dikti M Nasir mengatakan, jumlah perguruan tinggi mengalami pertumbuhan setiap hari. Karena itu, PTS yang akreditasi C harus didorong untuk meningkatkan kualitas. Perguruan tinggi yang kecil dalam satu yayasan bisa saling bergabung. Demikian pula yang berbeda yayasan. ”Supaya lebih kuat, akreditasi juga naik,” terangnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help