Surya/

Persona

Dokter Ursula Yudith SpTHT-KL: Memiliki Anak Mengalami Disleksia, Dua Hal ini Kunci Merawatnya

Ursula Yudith mengakui, dari pengalamannya, ada gejala yang menunjukkan kena disleksia, yakni balita baru bisa bicara ketika usia tiga tahun.

Dokter Ursula Yudith SpTHT-KL:  Memiliki Anak Mengalami Disleksia, Dua Hal ini Kunci Merawatnya
surya/sudharma adi
dr Ursula Yudith SpTHT-KL, Ketua Dyslexia Parenting Supporting Group (DPSG) Jatim 

SURYA | SURABAYA - Memiliki anak yang mengalami disleksia, Ursula bisa memahami bahwa kesabaran adalah kunci utama merawat dan mendidik anak seperti ini. Maka, kesabaran seluas samudera menjadi pegangannya, sehingga si anak tetap percaya diri dan mampu menemukan talenta yang dimiliki.

Ursula Yudith mengakui, dari pengalamannya, ada gejala yang menunjukkan kena disleksia, yakni balita baru bisa bicara ketika usia tiga tahun.

“Itu bukan satu-satunya gejala. Yang paling nampak adalah ketika si anak sulit memahami sesuatu, seperti membaca atau berhitung,” ujarnya memberi pengalaman.

Pada anak ketiganya, dia memang kesulitan pada ilmu berhitung. Makanya, dia mengajari anaknya dengan pendekatan berbeda, yakni lewat multi sensori.

Maksudnya, dia menggunakan gerak tangan, mata, telinga pada anaknya, agar benar-benar ingat dan paham tentang apa yang diajarkan.

“Contohnya seperti hitungan pecahan. Saya perlu memberi ilustrasi lewat pizza atau kue yang dipotong-potong, agar anak saya paham,” katanya.

Tak hanya itu saja, karena disleksia ini dialami seumur hidup, maka selain harus sabar mendidik, dia juga harus mencari bakat yang dimiliki si anak.

“Anak disleksia itu punya IQ normal, hanya saja sulit paham pada bidang tertentu. Makanya, saya sampai saat ini masih mencari bakat apa yang dimiliki anak saya,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help