Surya/

Citizen Reporter

Dongkrak Omzet Perbaiki Kemasan Produk

tak dimungkiri bila kemasan menjadi salah satu poin utama dalam mendongkrak produk demi memikat pelanggan .. lebih-lebih bila itu produk UMKM ..

Dongkrak Omzet Perbaiki Kemasan Produk
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Wahyu Purnomo
Mahasiswa Magister Sains Hukum dan Pembangunan Universitas Airlangga

BANYAK faktor yang harus diperhatikan untuk memperkuat UMKM agar dapat bersaing. Salah satunya adalah kemasan atau packaging produk agar dapat memiliki nilai tambah. Sayangnya, belum banyak pelaku UMKM yang sadar pentingnya kemasan.

Seperti disampaikan Nasrullah Hasin, Ketua Lembaga Pengembangan Kemasan UKM Indonesia (LPK-UKMI), saat ditemui Jumat (18/8/2017) di Jabon, Mojokerto.

“Perlu diberikan pemahaman agar pelaku UMKM memiliki pola pikir memakai kemasan modern untuk meningkatkan penjualan,” cetusnya.

Sementara Endang Murniasih, Kabag UPT Industri Makanan, Minuman dan Kemasan Provinsi Jawa Timur, Rabu (16/8), membenarkan bila masih banyak pelaku UMKM yang berpikiran dengan kemasan konvensional produknya tetap laku, sehingga tak perlu kemasan moderen. "Pola pikir inilah yang harus diubah," tegasnya.

Nasrullah menambahkan, masalah utama yang membuat pelaku UMKM enggan memakai kemasan modern adalah terbentur dengan minimal order. Kebanyakan pelaku UMKM modalnya terbatas.

Oleh karena itu, LPK-UKMI menawarkan solusi hanya dengan minimal order 1.000 pcs, UMKM sudah mendapat kemasan mewah dengan harga terjangkau.

Endang menambahkan masalah label yang harus tercantum dalam kemasan. “Pelaku UMKM harus memiliki beberapa izin terlebih dahulu sebelum memasang label di kemasan produknya,” jelasnya.

Izin yang diperlukan antara lain PIRT, sertifikat halal, pendaftaran merek, dan bila perlu mengurus barcode agar berpeluang masuk ke ritel modern.

“UPTI Mamin dan Kemasan bersedia memberikan informasi serta konsultasi mengenai kemasan secara gratis,” tawarnya.

Masyarakat tak perlu khawatir, karena pemerintah memiliki program-program fasilitasi untuk membantu pengurusan izin-izin tersebut.

Lutfia Ibrahim, produsen aneka bumbu bermerek Ganisa adalah salah satu contoh pelaku UMKM yang telah mendapat fasilitas pengurusan izin PIRT, sertifikat halal, dan pendaftaran merek secara gartis dari Pemkot Surabaya.

Menurut Lutfia, pengurusan izin tidaklah rumit, semua menjadi mudah dengan bantuan fasilitasi dari pemerintah. Banyak keuntungan yang didapat setelah dilakukan penyempurnaan kemasan.

Produk aneka bumbu Ganisa menjadi lebih awet, terlihat lebih menarik, rapi, dan praktis, sehingga dapat meningkatkan omset.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help