Surya/

Citizen Reporter

Ada Pelajaran Berharga dari Balik Lezatnya Aroma Masakan Para Koki Cilik Ini

sejatinya semua tindakan adalah pelajaran hidup yang berharga andai semua bisa mengambil hikmahnya ...

Ada Pelajaran Berharga dari Balik Lezatnya Aroma Masakan Para Koki Cilik Ini
nur sofiah/citizen reporter
Belajar di dapur sekolah 

Reportase Nur Sofiah
Pengajar di SD Kyai Ibrahim Surabaya

32 SISWA kelas 5 SD Kyai Ibrahim Surabaya, Rabu (6/9/2017) pagi sudah bersiap dengan peralatan memasak yang terselip di dalam ransel mereka. 

Mereka datang lebih pagi dari biasanya dan bersiap menjadi koki cilik. Pembagian tugas membawa peralatan dapur sudah ditentukan sehari sebelumnya. Pun begitu bahan-bahan yang harus dibawa.

Enam kelompok yang telah ditentukan siap bertempur mengasah rasa di dapur mini sekolah. Kelas pun disulap menjadi restoran mini.

Pelajaran memasak pun dimulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Kericuhan, kelucuan, kebingungan, dan kegalauan terlihat dari wajah mereka. Ada yang beberapa kali melihat jam dinding, ada yang asyik mengelap piring sajian, dan ada yang membolak balik gorengan.

Anak laki-laki pun tak canggung mengiris dan menggoreng seakan menunjukkan pekerjaan dapur bukan semata dominasi perempuan.

Aduh, ada bumbu nasi goreng yang gosong sehingga harus mengulang kembali. Ada pula yang kesulitan mengupas buah melon utuh.

Semua hambatan yang bisa mereka atasi berkat kerjasama apik di antara mereka. Guru kelas hanya mengamati dan memberi sedikit bantuan bila ada kesulitan.

Anak-anak dapat menyajikan hidangan sebelum batas waktu yang ditentukan habis. Bahkan, mereka masih sempat membersihkan tempat dan alat bekas memasak dengan rapi.

"Alhamdulillah selesai. Ustazah, bagaimana kalau cooking classnya satu bulan sekali?" ujar Nadifa penuh semangat di balik kelelahannya.

Cooking class ini merupakan salah satu bentuk core skills dalam pendidikan. Selain menyenangkan, ada penanaman karakter, belajar meracik bumbu untuk menghasilkan rasa dan aroma yang nikmat.

Tak kalah pentingnya, anak-anak belajar menghargai masakan orangtua dan tidak membuang-buang makanan setelah mengetahui betapa susahnya proses mengolah bahan menjadi makanan yang siap saji.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help