Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Susun Persiapan Tender Pengadaan Trem

Realisasi angkutan massal cepat trem di Surabaya dipastikan tidak akan dimulai tahun ini. Lantaran pemerintah pusat sudah...

Pemkot Surabaya Susun Persiapan Tender Pengadaan Trem
surya/fatimatuz zahroh
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 

SURYA.co.id | SURABAYA - Realisasi angkutan massal cepat trem di Surabaya dipastikan tidak akan dimulai tahun ini. Lantaran pemerintah pusat sudah memastikan tidak akan memberikan pendanaan untuk proyek trem ini, Pemkot kini mulai melakukan untuk menyusun strategi pengganti yaitu mendanai dengan anggaran APBD.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku saat ini pihaknya sedang menyiapkan tender pengadaan trem. Pengadaan ini bakal dilakukan awal tahun 2018. Namun saat ini mulai dilakukan perhitungan dan sistem tender ke pengusaha.

"Ya pusat sudah memastikan untuk tidak bisa mendanai, ya tidak apa-apa. Kita sekarang sedang siapkan mekanisme tendernya. Kita akab tender awal tahun depan," ucap Risma, Sabtu (16/9/2017).

Pihaknya menyebutkan, melakukan sistem tender ini sudah sempat dilakukan oleh Pemkot. Tepatnya empat lima tahun yang lalu di tahun 2012. Dimana pemkot sudah sempat membuat tim dan mengundang investor yang tertarik untuk berkontribusi pengadaan angkutan massal cepat ini.

"Sudah pernah aku ngumpulkan investor. Tim juga sudah pernah terbentuk. Cuma pusat waktu itu bilang akan didanai pakai APBN karena katanya utara selatan jalur kita tidak terlalu panjang," ucap Risma.

Lantaran akan didanai APBD, menurutnya tentu ada keterbatasan. Salah satunya waktu penyelesaian akan molor. Sempat menargetkan trem bisa terealisasi tahun 2019 dengan bantuan dana APBN, jika rencana diubah menjadi dana APBD, maka proyek ini akan rampung di tahun 2021 mendatang.

"Karena aku nggak bisa langsung kan. Uangnya harus dibagi-bagi. Jadi ya bertahap nanti, harapnnya tahun 2021 tremnya sudah bisa rampung dan beroperasi," imbuhnya.

Menurut Risma harus banyak yang disiapkan. Mulai perhitungan ulang hingga sistem kerja sama. Ia menambahkan allignment untuk trem sudah ada. Ia berharap tidak banyak berubah.

Termasuk kerja sama dengan PT KAI sebagaimana selama ini Surabaya akan bekerja sama untuk operasional tremnya. "Bisa saja, itu masih akan dibahas. Masih memungkinkan hanya pendanaannya nanti yang akan berubah," ulasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekkota Surabaya Hendro Gunawan. Ia menyebutkan saat ini Pemkot sedang menghitung ulang untuk realisasi proyek senilai Rp 3,8 trilliun itu. Penghitungan ulang itu untuk mengetahui kebutuhan riil pengadaan trem sebelum dilakukan tender.

"Ini masih proses, kita hitung ulang untuk penyiapan tender. Nggak hanya utara selatan yang kita hitung. Tapi juga jalur timur barat," kata Hendro.

Menurutnya, dengan percepatan hitungan ini untuk bisa masuk ada APBD tahun 2018 yang saat ini sudah mulai disusun. Jika sudah masuk ke mata anggaran belanja, maka awal tahun depan tender proyek ini akan segera dibuka.

"Tender bisa makan waktu enam bulan. Kami berharap fisiknya bisa mulai tahun 2019," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help