Surya/

Berita Surabaya

HP Siswa di Sekolah akan Diperiksa- Dindik Minta Guru dan Orangtua Tak Kalah Pintar dengan Anak

"Pemeriksaan handphone ini sudah jalan. Namun ke depan kami minta guru dan orang tua lebih cermat. Termasuk apa saja yang dibuka anak di internet."

HP Siswa di Sekolah akan Diperiksa- Dindik Minta Guru dan  Orangtua Tak Kalah Pintar dengan Anak
surya/sulvi sofiana
Kepala Dinas Pendidikan M Iksan menyerahkan piala kejuaraan kepada siswa berprestasi, Rabu (16/12/2015). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Guna mengantisipasi adanya tindakan penjualan anak di bawah umur yang masuk usia pelajar di Surabaya, Dinas Pendidikan bakal melakukan razia ponsel bagi siswa.

Razia bersifat pemeriksaan isi handphone ini dilakukan agar siswa tidak kelewatan dalam memanfaatkan teknologi telepon genggam dan tidak kecolongan jika ada tindakan melanggar hukum.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan, Jumat (15/9/2017).

Ia mengatakan kegiatan pemeriksaan ke ponsel siswa sejatinya sudah dilakukan rutin.

Namun, usai terjadi kasus penjualan anak di bawah umur via medsos, kegiatan razia ini akan lebih diperketat. Bahkan ini juga arahan dari wali kota, yang juga berkoordinasi dengan Dinas Kominfo agar melakukan cek ponsel siswa di sekolah.

"Pemeriksaan handphone ini sudah jalan. Namun ke depan kami minta guru dan orang tua lebih cermat. Termasuk apa saja yang dibuka anak di internet dan apa saja yang dilakukan dengan ponsel yang mereka bawa," kata Ikhsan.

Ia mewanti pada orang tua agar mereka harus tahu password handphone putra putrinya. Jika ada yang mencurigakan lebih baik diingatkan atau diberi tindakan tegas.

"Jangan sampai guru maupun orang tua kalah pintar dengan anak-anaknya. Teknologi harus disikapi dengan bijaksana," ucapnya.

Selain melakukan razia ponsel di sekolah, Dispendik mendorong peran konselor sebaya yang ada di setiap sekolah.

Para konselor yang diambil dari siswa juga, diharapkan bisa menjadi jembatan penyambung antara anak-anak dengan guru dan orang tua.

Jika ada siswa yang curhat ke konselor ini, maka mereka akan koordinasi dengan guru Bimbingan Konseling, sehingga bisa melakukan langkah lanjutan.

"Tidak hanya di sekolah, di rumah atau lingkungan kampung juga ada program peduli anak, seperti kampung pendidikan, kampunge arek Suroboyo, yang perannya adalah meningkatkan perhatian ke anak-anak," ucapnya.

Dikatakan Ikhsan, Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) saat ini juga terus gencar melakukan pendampingan pada anak-anak yang memiliki masalah.

Sehingga penanganan dan pencegahan adanya penjualan anak di bawah umur, kekerasan pada anak, kekerasan seksual dikatakan Ikhsan ditangani secara terpadu. Baik dari lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help