Surya/

Berita Surabaya

Warga Perumahan Surabaya Barat Sulit Urus SHM- Petugas BPN: Hanya Pak Feri yang Bisa Jelaskan

"Mau bagaimana lagi. Ya manut saja. Tapi kenapa pukul 14.00 sudah tutup. Di mana-mana layanan sampai pukul 15.00," protes pengunjung ini.

Warga Perumahan Surabaya Barat Sulit Urus SHM- Petugas BPN: Hanya Pak Feri yang Bisa Jelaskan
surya/nuraini faiq
Layanan di Kantor BPN Surabaya I yang tutup pada pukul 14.00 WIB. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sulitnya mengurus peningkatan status dari hak guna bangun (HGB) menjadi sertifikat hak milik (SHM) di Kantor layanan di BPN Surabaya I kian bertambah pusing para pemohon.

Hal ini lantaran di kantor berlokasi kawasan Citraland Surabaya itu hanya melayani pemohon hingga pukul 14.00 WIB.

Pantauan Surya.co.id di kantor layanan sertifikasi tanah ini, di atas jam itu tak akan dilayani.

Surya.co.id yang tiba di kantor layanan selepas pukul 14.00 WIB sudah tidak ada loket layanan buka.
Di papan loket jelas tertulis, layana dibuka pukul 08.00-14.00 WIB. Istirahat pukul 11.30-12.30 WIB.

Seorang pemohon sempat kecewa karena tiba di kantor BPN 1 selepas pukul 14.00 WIB.

Dia hanya diberi tahu petugas security perempuan bahwa layanan sudah tutup. Dia diminta kembali besoknya.

"Mau bagaimana lagi. Ya manut saja. Tapi kenapa pukul 14.00 sudah tutup. Di mana-mana layanan sampai pukul 15.00," protes pengunjung ini.

Sikap tak simpatik diperlihatkan petugas dan staf di BPN 1. Saat meminta penjelasan ke loket layanan, seorang pegawai laki-laki langsung meminta Surya.co.id ke Customer Service (Security).

Namun, lagi-lagi sikap tak simpatik ditunjukkan seorang petugas security laki-laki. Pria ini bahkan melarang surya.co.id mengambil foto jadwal layanan.

"Hapus karena belum ada izin," bentak pria tersebut.

Para satpam itu menolak mengantarkan ke petugas dan pegawai untuk dimintai konfirmasi tekait layanan peningkatan status tanah tempat tinggal di perumahan.

"Hanya Pak Feri (kepala TU) yang bisa menjelaskan soal itu," elak Sindi, sekuriti perempuan.

Namun, diperoleh informasi bahwa BPN menerapkan syarat dan aturan itu berdasarkan peraturan Kepala BPN dan Keputusan Kepala BPN. Sehingga berlaku syarat dan ketentuan mengenai masa tinggal sebelum jadi SHM di perumahan.

Warga perumahan di Surabaya Barat kini resah. Mereka sulit mengurus peningkatan status tanah tempat tinggal mereka dari HGB menjadi SHM. Begitu lunas, tempat tinggal itu akan di-SHM-kan.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help