Surya/
Home »

Bisnis

» Makro

Berita Ekonomi Bisnis

Pameran Mesin Produksi Pakaian di Surabaya- Pengunjung Bisa Coba Mesin Potong Kain Hemat Listrik

"Mesin dengan teknologi baru, misalnya mesin potong kain, pola dan sablon yang biasanya perlu watt 1.200, saat ini sudah ada yang hanya 700 watt."

Pameran Mesin Produksi Pakaian di Surabaya- Pengunjung Bisa Coba Mesin Potong Kain Hemat Listrik
surya/sugiharto
Seorang pengunjung memgamati mesin bordir yang dipamerkan di Indonesia Apparel Production Expo 2017 di Jatim Expo, Kamis (14/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tren pelaku usaha garment atau pakaian tidak lagi dimonopoli pabrikan besar. Pelaku industri kreatif dengan produk custom mulai bermunculan dari industri rumahan, kecil hingga menengah.

"Hal itu membuat kami tidak berhenti untuk menggelar pameran mesin dan industri produksi pakaian di Surabaya. Produk pakaian tidak pernah ada hentinya, karena menjadi salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa digantikan," jelas Aulia Sunhandhyka, Chief Executive Officer More Media Kreasi, pelaksana pameran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2017 di Surabaya, mulai Kamis (14/9/2017).

Pameran ini, merupakan tolok ukur dinamika bisnis mesin dan industri produksi pakaian di Indonesia.

Aulia menyebutkan, dalam pameran ini, para pelaku industri garment kota Surabaya bisa mendapatkan sekaligus mencoba mesin dan teknologi produksi pakaian.

Mulai dari bahan baku kain, peralatan untuk pola, gunting, sablon, bordir, jahit, dan lainnya.
Mulai tingkatan untuk usaha rumahan hingga industri besar.

"Mesin dengan teknologi baru, misalnya mesin potong kain, pola dan sablon yang biasanya perlu watt 1.200, saat ini sudah ada yang hanya 700 watt. Dengan data awet dan kinerja yang sama. Harga yang bersaing, dan kehadiran mesin di pameran ini, bisa dicoba," jelas Aulia.

Apalagi mesin-mesin terkait garment tidak banyak yang diproduksi atau dijual di Surabaya.

Ada yang masih terbatas distribusi dari Jakarta, Bandung dan kota lainnya, sehingga harus pesan.

Ada pula yang harus diimporkan dari China, Jepang, Jerman, atau Amerika Serikat (AS).

Dengan melihat di pameran dan mencoba produknya, bila melakukan investasi mesin baru, menjadi sudah tahu.

"Karena dalam pameran ini, target kami mempertemukan secara B to B (Bussiness to Business). Sehingga bisa mendukung pertumbuhan industri garment lokal, yang pasarnya juga terus berkembang," tambah Aulia.

Dalam pameran berlangsung hingga Minggu (17/9/2017), Aulia menargetkan jumlah pengunjung mencapai 4.000 orang. Dengan peserta pameran 24 perusahaan.

Selain di kota Surabaya, pameran IAPE juga telah digelar di Solo, Makasar, dan Denpasar.
Setelah Surabaya, IAPE akan hadir di Yogyakarta dan Bandung.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help