Surya/

Sosok

Micha Jusuf: Dikerjakan dengan Hati

Meski begitu, Micha menegaskan bahwa dua aktivitas itu memang harus dilakukan dengan hati agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik.

Micha Jusuf: Dikerjakan dengan Hati
surya/achmad pramudito
Micha Jusuf 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi Micha Jusuf, dunia menyanyi dan pembawa acara (MC) tak bisa dipisahkan. Apalagi keduanya sering dilakukan di tempat yang sama yaitu di panggung.

Namun, ketika kemudian sekarang Micha cenderung memilih sebagai MC, bungsu dari tiga bersaudara ini dengan kalimat sederhana menjawab,”Tiap momen pasti ada fasenya.”

Ketika kini dia sudah berkeluarga dan dianugerahi seorang buah hati, Micha memutuskan untuk meninggalkan dunia musik di panggung penuh gemerlap yang sudah dia lakoni sejak sekitar 20 tahun silam.

Meski begitu, Micha menegaskan bahwa dua aktivitas itu memang harus dilakukan dengan hati agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh penonton atau pengunjung di acara yang menghadirkan dirinya sebagai pusat perhatian.

“Saat nyanyi, kita bawakan lagu-lagu yang pasti punya pesan dari sang pencipta untuk masyarakat pendengarnya. Kalau tidak dibawakan dengan hati, mustahil pesan itu bisa sampai dan bisa dinikmati oleh penonton,” kata lulusan Akademi Sekretaris Widya Mandala Surabaya ini.

Sebagai penyanyi, Micha pun tak menepis munculnya obsesi dirinya yang ketika itu masih muda usia ingin dikenal dan menjadi terkenal.

Dan keinginannya pun tercapai seiring dengan ketatnya jadwal pentas di berbagai panggung tak hanya di Surabaya, tetapi di berbagai kota besar di Indonesia.

Eksistensi Micha sebagai vokalis pun sudah tercatat di beberapa kelompok musik ternama macam Master Q, lalu Paprica Band, dan Asia One Band.

“Saya bersyukur bisa keliling kemana-mana berkat main musik,” tutur Micha yang juga staf pengajar di sekolah kepribadian John Robert Power ini.

Namun, Micha tak menepis aktivitas yang dia lakukan di dunia olah vokal, baik sebagai penyanyi maupun ngemce ini tak lepas dari pola hidup sehat, terutama yang berkaitan dengan olahraga.

Di tengah padatnya jadwal kesibukan sehari-hari penggemar makanan tradisional seperti rujak cingur dan lontong balap ini tetap meluangkan waktu untuk push up dan crunch.

“Saya olahraganya dipandu YouTube,” katanya sambil tersenyum.

Menurut Micha, setelah anaknya pulas tidur malam hari, dia baru bisa bebas melakukan olahraga tersebut.

“Intinya yang tidak berisik dan juga nggak pakai alat, tapi tetap bikin badan berkeringat dan efeknya stamina terjaga,” ungkapnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help