Surya/

Citizen Reporter

Latihan Sehari Menulis Kejujuran Hati

awas agar tak terjebak hoax, simak fatwa MUI tentang bermuamallah dengan media sosial ...

Latihan Sehari Menulis Kejujuran Hati
kundari pri susanti/kim sri tumurun ngawi
Peserta sarasehan jurnalisme warga ala KIM Jatim 2017 

Reportase Kundari Pri Susanti
KIM Sri Tumurun Ngawi

HARAPAN akan adaya media yang jujur, memberikan informasi akurat, berimbang dan jauh dari menghasut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang diperlukan di era berita elektronik seperti saat ini. Harapan inilah yang salah satunya diletakkan pada perkembangan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Hal itu yang diharapkan Ir Eddy Santoso MM, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika  Jawa Timur saat Rabu (13/9), membuka sarasehan Kelompok Informasi Masyarakat di Pekan KIM IX Jawa Timur, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“KIM sangat potensial menjadi salah satu ujung tombak penyebaran informasi yang positif karena tidak ada di media-media mainstream,” ujar Eddy Santoso seraya mengimbuhkan data, jumlah KIM di Jatim mencapai 1009 dan 319 di antaranya sudah dikelola dengan baik.

Lewat sarasehan yang menghadirkan Ainul Yaqin, Sekretaris MUI Jawa Timur dan Tri Hatmaningsih, redaktur/editor rubrik Citizen Reporter Harian Surya, sebagai narasumber, mengamini pernyataan Eddy Santoso.

Tri Hatmaningsih menilai bila blog atau website yang dikelola KIM justru memiliki pangsa pasarnya sendiri yang bisa dikelola dengan cara mudah dan tidak serumit media-media umum.

“Dengan catatan, media KIM ini harus dikelola dengan lebih menarik, berita juga harus mengedepankan fakta dan kejujuran,” ungkap alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya itu seraya mengingatkan bagaimana membuat berita ala pewarta warga dengan dasar-dasar 5W+1H dan piramida terbalik.

Menuliskan apa yang dialami dan dekat kehidupan sehari-hari penulis adalah salah satu kiat agar tulisan tetap jujur dan bernyawa. Banyak membaca juga menjadi salah satu modal yang harus dimiliki penulis dalam menambah wawasan dan memperkaya kosakata.

Ainul Yaqin sendiri mengingatkan peserta sarasehan bagaimana membentengi diri dan tulisan produk KIM agar bisa mencapai sasaran yang dituju dan bukan sebaliknya malah menciderai kepercayaan publik. Untuk itulah MUI, sebut Ainul, sudah menelurkan fatwa bermedsos. Lebih-lebih saat ini masyarakat diguyur dengan berita-berita palsu atau hoax.

“Bukankah hal ini sudah dinyatakan dalam ayat-ayat Allah dalam Al Quran agar umat Islam tidak mudah percaya dengan berita yang datang, harus meneliti terlebih dulu kebenaran agar tidak menciptakan musibah kepada orang lain akibat informasi yang tidak benar,” pungkas Ainul Yaqin.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help