Surya/

Kebakaran Pasar Bukir

Kebakaran Pasar Bukir - Pemkot Pasuruan Siapkan Anggaran untuk Perbaiki Sentra Mebel Pasar Bukir

Pasar mebel yang dibangun pada 2002 tersebut sudah tidak lagi berfungsi selayaknya tempat berjualan.

Kebakaran Pasar Bukir - Pemkot Pasuruan Siapkan Anggaran untuk Perbaiki Sentra Mebel Pasar Bukir
surya/galih lintartika
Pasar Bukir pasca kebakaran, Selasa (12/9/2017) malam 

SURYA.co.id | PASURUAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan berencana akan merehabilitasi dan membangun kembali Pasar Mebel Bukir pasca terbakar, Selasa (12/9/2017).

Bahkan, Wakil Wali Kota (Wawali) Pasuruan Raharto Teno Prasetyo pun sudah mendatangi dan melihat langsung kondisi pasar bukir yang hanya tinggal menyisahkan puing-puingnya, Kamis (14/9/2017).

Kepada SURYA.co.id, Teno, sapaan akrab Wawali Kota Pasuruan, pasca kebakaran ini,pihaknya sudah berkomitmen untuk membangun kembali Pasar Bukir kembali.

Bahkan, dalam rapat internal yang sudah dilakukannya bersama Wali Kota dan beberapa instansi terkait, pihaknya sepakat akan membangun Pasar Bukir lebih modern dan layak.

"Kondisi pasar mebel yang kemarin, dinilai tidak menggambarkan sebagai sebuah sentra perdagangan karena justru beralih sebagai tempat berproduksi. Nah ini, kan sekalian, jadi kami review tata ruang ini," katanya.

Dia menjelaskan, keinginan itu sudah masuk dalam pembahasan dan penggondokan secara matang.

Untuk sementara ini, pihaknya akan mencarikan tempat bagi pedagang mebel, korban kebakaran.

"Di sisi lain Pemkot Pasuruan sedang berjuang dan berupaya menyusun format pengembangan pasar mebel dengan yang lebih baik dari sebelumnya, dan kami akan mencarikan tempat berjualan sementara untuk pedagang mebel," paparnya.

Dijelaskannya, kondisi Pasar Bukir saat ini atau sebelum terbakar itu memang tidak layak.

Pasalnya, pasar mebel yang dibangun pada 2002 tersebut sudah tidak lagi berfungsi selayaknya tempat berjualan.

"Kami akan mengupayakan anggaran khusus untuk membangun pasar bukir ini agar ke depannya lebih baik lagi," tandasnya

Terpisah, Kepala UPT Pasar Bukir, Sutarto, mengatakan, untuk mengembalikan pasar bukir seperti semula, diperkirakan dibutuhkan biaya sebesar Rp 2 miliar lebih.

Sebab, kebakaran kemarin membuat sebagian besar bangunan pasar ludes dan rusak.

"Kurang lebih Rp 2 miliar-lah anggarannya. Tapi, jujur saya bukan orang teknik. Kalau mau detailnya, nanti biarkan dinas terkait yang menjelaskannya. Kemarin saya memang sudah diminta untuk menginventaris dan mendata berapa pedagang yang mengalami kerugian," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help