Surya/

Berita Surabaya

Ini Pengakuan Tersangka Pelaku Pembunuhan Wanita Penjual Kopi di Lakarsantri

"Saya sedang tidak punya uang, padahal kebutuhan hidup banyak. Saya sudah menunggak kontrakan rumah tiga bulan," tutur Rifai.

Ini Pengakuan Tersangka Pelaku Pembunuhan Wanita Penjual Kopi di Lakarsantri
surya/fatkhul alami
Dua tersangka digelandang ke Gedung Reskrim Polrestabes Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - M Rifai (33) dan Arman (34) banyak menundukkan kepala di halaman Gedaung Satreskrim Polretabes Surabaya.

Kedua warga asal Jl Bumiharjo dan Jl Pucang Kerep Surabaya ini merupakan dua dari tiga terduga pelaku pembunuhan terhadap Ny Suwatik (55), pemilik warung kopi di Jl Raya Lakarsantri Surabaya.

Keduanya ditangkap tim Anti Badit Polretabes Surabaya, Rabu (13/9/2017) malam. Sedangkan satu pelaku lainnya, AN kini buron.

M Rifai, satu dari tiga pelaku mengaku, dirinya tidak kenal dengan korban. Rifai yang sehari-harinya kontrak rumah di Jl Bumiharjo Surabaya ini diajak merampok ke warung korban lantaran ajakan dari AN.

"Saya tidak kenal dengan korban, saya diajak teman (AN) untuk merampok. Memang saya yang duluan menggambar lokasi kejadian, setelah warung tutup saya kembali lagi dengan dua teman (AN dan Arman)," aku Rifai, Kamis (14/9/2017).

Pria yang sudah menikah empat kali ini mengaku, tidak ada niatan membunuh korban.

Dirinya bersama temannya hendak meminta uang, tapi korban tidak memberi dan berontak. Sehingga dirnya mengancam pakai pisau dan akhirnya ditusukkan ke leher korban.

"Saya sedang tidak punya uang, padahal kebutuhan hidup banyak. Saya sudah menunggak kontrakan rumah tiga bulan, jadi uang merampok ini saya pakai bayar kontrak rumah," tutur Rifai.

Dia mengaku, mendapat bagian Rp 2,5 juta. Uang sebanyak itu merupakan bagian setelah menjual motor Honda Beat dan perhiasan yang diambil dari warung korban.

"Saya betul-betul terdesak dan butuh uang," ucap Rifai yang merupakan seorang residivis pencurian motor di Polres Gubeng 2008.

Sedang Arman mengaku, dirinya mendapat Rp 2 juta. Ia tidak ikut membunuh korban, tapi hanya berjaga-jaga di luar dan mematika lampu di warung milik korban.

"Saya dapat bagian Rp 2 juta, itu pun sudah habis. Saya pakai untuk kebutuhan keluarga," tutur Arman.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help