Surya/

Lifestyle

Diare Sebabkan Anak Lebih Pendek dan IQ lebih Rendah- Begini Tips Tanggulangi Diare pada Anak

Meski di kalangan ibu banyak menganggap bisa mengatasi sendiri, permasalahan diare berdampak cukup serius bila tak ditangani dengan tepat.

Diare Sebabkan Anak Lebih Pendek dan IQ lebih Rendah- Begini Tips Tanggulangi Diare pada Anak
surya/achmad pramudito
Nabhila Chairrunnisa, Brand Manager Digestive Care Manager Nutricia Sarihusada (kanan) kampanya edukasi ‘Indonesia Merdeka Diare’ disaksikan Dr Andy Darma SpA(K) (kiri) bersama Husna Ika Putri Sari di Fairfield Surabaya, Kamis (14/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Diare bukan hal asing bagi anak-anak. Sebab, satu dari tujuh anak Indonesia pernah mengalami penyakit ini dengan frekuensi 2-6 kali dalam setahun.

Meski di kalangan ibu banyak yang menganggap bisa mengatasi sendiri, permasalahan diare ini ternyata punya dampak yang cukup serius bila tak ditangani dengan tepat. Anak yang terserang diare, diantaranya memiliki risiko kekurangan gizi.

Anak yang sering terkena diare juga berisiko lebih pendek 3,6 cm ketika berusia tujuh tahun dibandingkan teman seumurnya. Risiko lain bagi anak yang sering diare adalah memiliki IQ lebih rendah.

Karena itu, dr Andy Darma SpA(K) dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengingatkan agar orangtua melakukan langkah tepat ketika menghadapi anak yang sedang diare. Bila anak mengonsumsi susu formula cairannya jangan diencerkan.

Saat tampil jadi narasumber di acara kampanye edukasi ‘Indonesia Merdeka Diare’ di Hotel Fairfield Surabaya, Kamis (14/9/2017), Andy berpesan,“Bagi anak yang masih mendapatkan ASI teruskan pemberian ASI, karena ASI adalah yang terbaik. ASI mengandung banyak zat penting yang diperlukan anak.”

Andy menekankan, ketika anak sedang diare yang terpenting untuk dilakukan bukan hanya menghentikan proses diare.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya menghentikan diare, tapi bagaimana agar (diare) tidak terulang,” tandasnya.

Menurut Andy, 95 persen penyebab diare adalah infeksi yang dipicu oleh virus, bakteri, parasit, dan jamur. Sisanya karena alergi dan intoleransi pada makanan.

Untuk menetralisir kondisi yang dialami anak yang sedang diare ini, Andy mengingatkan agar pemberian nutrisi jadi prioritas.

“Pemberian nutrisi itu yang penting adalah rasa, jangan pikir gizi dulu. Yang penting anak mau makan untuk mempercepat proses pemulihan stamina,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Nabhila Chairunissa, Digestive Care Manager Nutricia Sarihusada pun menyatakan, kepekaan orangtua terhadap anak saat diare sangat penting. Sebab saat diare berat badan anak akan berkurang.

“Karena itu perlu asupan nutrisi yang baik saat dan setelah diare, sehingga anak dapat mengejar pertumbuhan fisiknya,” beber Nabhila.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help