Surya/

Berita Gresik

Dana BOS Tidak Cair 100 Persen, Puluhan Guru dan Kepsek MI di Gresik Wadul ke Dewan

Puluhan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Gresik wadul ke DPRD Gresik terkait dana bantuan operasional siswa

Dana BOS Tidak Cair 100 Persen, Puluhan Guru dan Kepsek MI di Gresik Wadul ke Dewan
kompas.com/priyambodo
ilustrasi 

SURYA.co.id | GRESIK - Puluhan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Gresik wadul ke DPRD Gresik terkait dana bantuan operasional siswa (BOS) yang tidak cair 100 persen.

Mereka mengeluh karena dana BOS semester kedua tidak cair 100 persen tapi hanya27 persen.

Sehingga operasional sekolah terganggu dan kegiatan belajar siswa juga tidak terlaksanakan.

Seperti yang dialami lembaga pendidikan di bawah Lembaga Pendidikan Ma'arif Kabupaten Gresik yang seharusnya mendapatkan dana Rp 13,5 miliar.

Namun, pada semester dua 2017 ini hanya mendapatkan Rp 3,5 miliar.

"Bagaimana membaginya ke sekolah-sekolah. Jelas tidak cukup untuk operasional," kata Ketua LP Ma'arif NU Ahmad Jazuli, Kamis (14/9/2017).

Perwakilan Kepala Sekolah MI datang ke Kantor DPRD Gresik, mengadukan masalah dana BOS yang tidak cair 100 persen, Kamis (14/9/2017).
Perwakilan Kepala Sekolah MI datang ke Kantor DPRD Gresik, mengadukan masalah dana BOS yang tidak cair 100 persen, Kamis (14/9/2017). (surya/sugiyono)

Sementara beberapa sekolah MI telah terlanjur mengharapkan dana BOS untuk operasional. Sehingga beberapa kegiatan ekstra kurikuler tidak dilaksanakan.

"Padahal, kita sudah bersaing dengan sekolah negeri untuk mencari murid dengan cara menggratiskan biaya sekolah. Ternyata dana BOS yang diandalkan tidak cair 100 persen," kata Muhammad Shodiq, Kepala Sekolah MI di Kecamatan Benjeng.

Dari dengar pendapat itu, para siswa Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik mengatakan, dana BOS yang belum cair 100 perawan akan diberikan dana penyangga dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur.

"Kanwil punya dana penyangga, dana itu dapat digunakan untuk mencukupi dana BOS yang kurang," kata Munir, perwakilan Kemenag Kabupaten Gresik.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda mengatakan, keluhan kepala sekolah MI ini harus diperhatikan, sehingga segera mendapatkan anggaran yang jelas agar sekolah tetap bisa operasional.

"Semoga dana penyangga dari Kanwil dapat mencukupi sehingga sekolah swasta ini tetap terlibat mencerdaskan bangsa," kata Huda dengan didampingi anggota Komisi IV DPRD Gresik.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help