Surya/

Berita Surabaya

Yamaha Safety Riding Competition- Unjuk Kemampuan Siswa Kendarai Motor dalam Kompetisi Antarsekolah

Kompetisi berkendara yang aman yang memasuki ini tahap penyisihan d tiap sekolah ini menarik banyak antusias siswa.

Yamaha Safety Riding Competition- Unjuk Kemampuan Siswa Kendarai Motor dalam Kompetisi Antarsekolah
surya/habibur rohman
CARI PENGENDARA TERBAIK - Siswa mendapatkan pengarahan dari tim Yamaha Goes to School di SMAN-20 Surabaya, Rabu (13/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Mengendarai kendaraan bermotor bukan hal baru bagi siswa SMA. Jarak sekolah ya jauh dengan rumah membuat berkendara motor menjadi hal biasa.

Hal yang biasa semakin menari bagi siswa SMAN 20 Surabaya saat mengikuti Yamaha Safety Riding Competition.

Kompetisi berkendara yang aman yang memasuki tahap penyisihan d tiap sekolah ini menarik banyak antusias siswa.

Siswa kelas XII SMAN 20, Wildan Imadudin mengungkapkan kompetisi di luar bidang akademik tidak kalah menarik. Sebab ia tidak perlu banyak mempelajari materi, hanya memahami teori keamanan berkendara dan disesuaikan dengan gayanya berkendara selama ini.

“Pingin sih menang kompetisi ini biar dapat motor, bisa membawa nama sekolah saja selain bidnag akademik,” ungkap pria yang pernah mewakili sekola untuklomba PMR ini saat menyiapkan diri untuk menikuti kompetiru safety riding, Rabu (13/9/2017).

Hal serupa diungkapkan Maisyah Az Zahra (15),siswa kelas X yang belum punya SIM ini mengaku sudah lama belajar berkendara. Berkendara ang aman merupakan syarat utama yang harus ia lakukan saat mendapat izin membawa motor dari orang tuanya.

“Ini kan bukan balapan, tapi berkendara aman. Saya yakin bisa lah nanti untuk lanjut ikut final,” ungkapnya.

Sementara itu, Saifullah Qodir, Wakil Kepala Bagian Humas SMAN 20 mengungkapkan selain kemampuan akademik, siswa memang dilatih untuk memiliki softskill. Safety riidng menurutnya merupakan bekal softskill yang sangat dibutuhkan siswa.

“Mereka memang harus punya skill yang lain, kalau ini berkendara kan bukan hanya sebagai kompetisi. Tetapi juga sebagai bekal dalam berkendara sehari-hari,” ungkapnya.

Kehadiran Yamaha saat usai jam sekolah menurutnya juga hal yang tepat. Sebab, setiap hari siswa memiliki kegiatan ekstrakurikuler hingga pukul 17.00. Sejak pulang sekolah pukul 15.00, sisw bisa mengikuti berbagai ketrampilan dan ekskul yang diminati dengan pengawasan guru.

Kesempatan menjadi juara dalam Safety Riding Competition ini menurut Bagus Pudjo, instruktur Yamaha terbuka bagi semua gender. Tak hanya siswa, para siswa juga banyak yang unggul. Terbukti dari 2 sekolah di Surabaya yang di datangi Yamaha. Dari 10 perwakilan sekolah, beberpa diantaranya pasti merupakan perempuan.

“Sejauh ini rekor untuk tantangan Bridge Balance yang melatih keseimbangan di jalur lurus paling lambat sampai 30 detik. Sedangkan untuk kategori Chidori diambil yang paling cepat dan sejauh ini rata-rata siswa menyelesaikan dalam 23 detik,” ujarnya.

Dalam kompetisi ini, 10 siswa dengan nilai tertinggi akan diikut sertakan dalam kompetisi final antarsekolah. Selanjutnya akan diambil tiga kategori siswa antarsekolah. Serta kategori perorangan yang akan dikirim untuk kompetisi tingkat nasional.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help