Surya/

Travel

VIDEO - Ojung, Perang Rotan Suku Tengger

Selain Yadnya Kasada, masyarakat Suku Tengger di kawasan Bromo memiliki ritual Ojung yang digelar setiap hari raya Karo. Lihat videonya di sini...

SURYA.co.id | MALANG - Suku Tengger yang mendiami dataran tinggi kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru dengan sebaran wilayah di Kabupaten Malang, Lumajang, Probolinggo dan Pasuruan , Jawa Timur sangat terkenal dengan Upacara Yadnya Kasada.

Namun, di balik eksotisme Upacara Kasada, Suku yang konon merupakan keturunan Roro Anteng dan Joko Seger ini memiliki banyak upacara adat lainnya, salah satunya yang terbesar adalah Upacara Adat Karo atau Hari Raya Karo.

Hari Raya Karo masyarakat Tengger tidak dilakukan bersamaan dan serentak seperti halnya Yadnya Kasada, tiap-tiap desa mempunyai perhitungan sendiri, rentang waktunya dimulai pada tanggal 7 dan ditutup tanggal 22 bulan Karo (Penanggalan Saka).

Hari Raya Karo bagi suku Tengger merupakan cara mereka bersyukur atas berkah yang diberikan Tuhan yang kuasa dan penghormatan pada leluhur.

Hari Raya Karo di Ngadas, Kecamatan Poncukusumo dimulai dengan berbagai ritual dan acara di antaranya : Doa Petren, Kauman, Tayuban, Tumpeng Gede, Sesanti, Sedekah panggonan, dan puncaknya dilaksanakan ritual Sadranan serta Ojung.

Pada ritual atraksi Ojung sesuai Sadranan di Desa Ngadas yang digelar pada tanggal 13 September 2017, warga berbondong-bondong melihat dua pria saling sabet rotan.

Atraksi ini menurut kepercayaan suku Tengger di Desa Ngadas diilhami dari legenda matinya dua utusan Ajisaka yang memperebutkan pusaka. Ojung menurut kepercayaan setempat juga dimaksudkan untuk mempererat persaudaraan.

Penulis: Hayu Yudha Prabowo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help