Surya/

Pamit Mudik ke Magelang, Satpam Sekolah di Bangkalan Madura Ditemukan Tewas Membusuk

Sempat berpamitan pulang kampung ke Magelang, ternyata satpam SMPN 2 Bangkalan Madura ini ditemukan tewas berhari-hari tanpa seorangpun yang tahu.

Pamit Mudik ke Magelang, Satpam Sekolah di Bangkalan Madura Ditemukan Tewas Membusuk
mohammad romadoni
Ilustrasi 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Satpam SMPN 2 Bangkalan Madura, Joko Muntarno (49), warga Jalan KH Hasyim As'ari, Kelurahan Demangan, ditemukan tewas membusuk dalam kamarnya, Rabu (13/9/2017).

Pria yang belum menikah itu ditemukan tewas dengan posisi terlentang, kepala di bawah tempat tidur, dan hanya menggunakan celana dalam berwarna biru.

Jenazah pria yang dikenal dengan sebutan Nono itu pertama kali ditemukan rekan kerjanya, Hotib (36), warga Jalan Pemuda Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh.

Saat ditemui Surya di pos penjagaan SMPN 2 Bangkalan, Hotib mengungkapkan, almarhum sejak Sabtu tidak masuk kerja dengan alasan menjenguk pamannya di Magelang.

"Mas Nono sering mengeluhkan sakit kepala. Perutnya juga dikeluhkan sering kembung," ungkap Hotib.

Karena tak kunjung ada kabar, Hotib akhirnya memutuskan mendatangi rumah Nono pada pukul 08.30. Rumah almarhum berjarak sekitar 50 meter menyusuri gang kecil depan SMPN 2 Bangkalan.

"Sudah lima hari tak masuk kerja. Ternyata ada bau busuk dan banyak dijumpai lalat berwarna hijau. Saya langsung menghubungi teman-teman dan beberapa tetangga," pungkasnya.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo menyatakan, saat ditemukan meninggal, pintu rumah dalam kondisi terkunci. Sehingga rekan kerja berikut warga sekitar tak berani masuk dan hanya mengintip dari jendela.

"Dugaan awal karena sakit. Tidak ada tanda-tanda bekas luka atau tindak kekerasan pada tubuhnya," kata Anton.

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab meninggalnya Nono.

"Perlu kami dalami. Sementara ini, kami telah memanggil empat orang saksi dari keluarga dan rekan kerja," pungkasnya. 

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help