Surya/

Ngaku Bisa Gandakan Uang Jadi Rp 50 Miliar, 'Dukun Palsu' di Kediri Terciduk Polisi

Bermodal barang-barang klenik, termasuk air yang diklaim pemberian Nyai Ratu Kidul, pria di Kediri menipu dengan mengaku bisa gandakan uang.

Ngaku Bisa Gandakan Uang Jadi Rp 50 Miliar, 'Dukun Palsu' di Kediri Terciduk Polisi
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Kedua tersangka penipuan dengan modus penggandaan uang, Yulianto alias Gus Aan beserta rekannya tersangka Moh Darmanto ketika berada di Polsek Pare. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Meski sejumlah kasus penipuan bermodus penggandaan uang telah terbongkar, nyatanya masih ada saja orang yang percaya dengan takhayul.

Teranyar, kasus penipuan bermodus penggandaan uang ala Dimas Kanjeng kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kediri.

Unit Reskrim Polsek Pare, Polres Kediri berhasil menangkap tersangka Yulianto alias Gus Aan (39) warga Dusun Ngebruk RT 1/RW 3, Desa Lorejo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, serta seorang rekannya. Moh Darmanto.

Polisi menangkap kedua tersangka saat berada di Hotel Surya Kediri di Jl PK Bangsa, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kediri, Selasa (12/9/2017).

(Baca: Pria ini Tergiur Bisnis Penggandaan Uang, Nasibnya pun Berakhir Tragis)

Tersangka Yulianto mengaku mempunyai kemampuan metafisika yang bisa menggandakan uang. Tak tanggung-tanggung tersangka sehari-hari bekerja sebagai petani itu mengklaim dapat menggandakan uang sampai Rp 50 Miliar.

Sedangkan tersangka Darmanto, bertugas sebagai orang ketiga yang turut menyakinkan korban.

Karena tergiur dengan keuntungan yang berlipat ganda itulah, korban bernama Insaf Budi Wibowo (49) warga Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa RT 10/RW 20, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, memilih percaya dan menyerahkan sejumlah uang.

Awalnya, tersangka meminta sejumlah uang yang dipakai untuk biaya ritual tumbal di rumah korban.

Penampilan tersangka yang begitu menyakinkan itu membuat korban percaya begitu saja. Korban yang terlanjur percaya menyerahkan uang ke tersangka senilai Rp 27 juta.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help