Surya/

Dinilai Sukses Mengembangkan Lingkungan Berkesinambungan, Tulungagung Ukir Prestasi Tingkat Asean

Dianggap sukses mengembangkan lingkungan secara berkesinambungan, Pemkab Tulungagung mendapat penghargaan dari Asean. Ini wujudnya...

Dinilai Sukses Mengembangkan Lingkungan Berkesinambungan, Tulungagung Ukir Prestasi Tingkat Asean
ist
Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo saat menerima penghargaan The Most Environmentally Sustainable City (ESC) ASEAN 2017, di Bandar Seri Bengawan, Brunei Darussalam. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kabupaten Tulungagung mengukir prestasi di bidang lingkungan hidup tingkat ASEAN. Mewakili Indonesia, Tulungagung mendapatkan penghargaan sebagai The Most Environmentally Sustainable City (ESC) ASEAN 2017.

Ajang penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable City Award tahun ini adalah yang keempat.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, Selasa (12/9/2017) di Royal Berkshire Ball Room, Jerudong Park Polo Club, Brunei Darussalam.

“Sederhananya, Tulungagung dinilai sebagai kota yang mengembangkan lingkungan secara berkesinambungan,” ujar Syahri Mulyo, Rabu (13/9/2017).

Lanjut Syahri, sebelumnya Tulungagung telah mendapatkan penghargaan Adipura Paripurna. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi se-Indonesia, untuk kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

Setelah mendapat Adipura Paripurna, Tulungagung diusulkan salah satu kota/Kabupaten yang untuk mewakili Indonesia di tingkat ASEAN.

Penghargaan ini buah dari penilaian Asean Senior Officials on Environment (ASOEN) atau badan kerja sama Lingkungan Hidup ASEAN. ASOEN sebelumnya telah menggelar rapat pada 27 Juli di Filipina. Hasinya, Kabupaten Tulungagung dianggap yang terbaik dari Indonesia.

“Tulungagung sempat diusulkan dan dipresentasikan di tingkat ASEAN. Selanjutnya ada penilaian yang dilakukan langsung dari ASEAN dan menyatakan Tulungagung sebagai yang terbaik dari Indonesia,” tutur Syahri.

Penilaian meliputi semua aspek lingkungan. Mulai dari kesehatan udara, tanah dan air. Di dalamnya termasuk penilaian ruang terbuka hijau yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Selain Tulungagung yang mewakili Indonesia, penghargaan serupa juga diterima oleh Bandar Seri Begawan mewakili Brunei Darussalam, Kep City mewakili Kamboja, Luang Prabang mewakili Laos, Putrajaya mewakili Malaysia, Nay Pyi Taw mewakili Myanmar, San Carlos mewakili Filipina, North West District mewakili Singapura, Nan Municipality mewakili Thailand dan Da Lat mewakili Vietnam.

“Bukan hanya taman-taman yang kita kembangkan, pengolahan sampah kita juga mendapat pujian. Sampah bukan lagi menjadi momok, tapi sudah bisa diolah menjadi gas metan. Bahkan dalam jumlah besar, kita bisa mengolah sampah menjadi energi listrik,” pungkas Syahri.

Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji menambahkan, penghargaan ini membuktikan, pembangunan Tulungagung sejalan dengan pengembangan lingkungan hidup. Karena itu pola pembangunan berwawasan lingkungan ini akan terus dipertahankan.

Setidaknya ke depan Kabupaten Tulungagung sudah mempunyai pola yang jelas dalam pembangunan, tanpa mengabaikan lingkungan. Bahkan seiring laju pembangunan, kelangsungan lingkungan hidup juga terus berkelanjutan.

“Pembangunan maju, namun air, udara dan tanah kita terjaga dari pencemaran. Lingkungan hidup tetap lestari, tidak rusak karena laju pembangunan,” tandas Sudarmaji. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help