Surya/

Berita Perbankan

BNI Target Kucurkan KUR Rp 1 Triliun hingga Akhir Tahun

Keikutsertaan itu sekaligus menunjukkan komitmen BNI dalam memberikan ruang kepada mitra-mitra binaannya.

BNI Target Kucurkan KUR Rp 1 Triliun hingga Akhir Tahun
surya/sugiharto
Pemimpin Business Banking, Handoko Adi Nugroho (dua dari kanan) menjelaskan motif batik karya UKM binaan BNI dalam pameran fashion dan UMKM di Grand city, Rabu (13/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Semester II tahun ini, perbankan agresif dalam mengucurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pemerintah yang disalurkan melalui perbankan.

Bagi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, hadir dalam kegiatan pameran menjadi salah satu upaya menaikkan kucuran KUR kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"Kami punya Rumah Kreasi BUMN (RKB) yang khusus dikelola BNI di wilayah Jatim, ada tujuh. UKM yang masuk RKB punya potensi mendapatkan KUR. Kemudian lewat pameran ini, UKM yang belum punya akses ke KUR, bisa bertemu kami dan bisa mengajukan KUR untuk mengembangkan usahanya," jelas Handoko Adi Nugroho, Pemimpin Bisnis Banking BNI wilayah Surabaya, Rabu (13/9/2017).

Handoko menyatakan hal itu di sela pameran Fashion and Craft Fair Surabaya 2017, yang dibuka ibu wakil Gubenur Jatim, Fatma Saifullah Yusuf.

Dalam pameran itu, ada tujuh stan RKB yang dikelola BNI. Keikutsertaan itu sekaligus menunjukkan komitmen BNI dalam memberikan ruang kepada mitra-mitra binaannya untuk memperoleh akses pemasaran yang lebih luas.

Selain mengandalkan online market di situs blanja.com.

Ketujuh RKB tersebut adalah Godho Batik, Kejaya Handicraft, dan Sanet Sabintang, ketiganya dari Banyuwangi. Dua RKB lainnya berasal dari Ngawi yaitu Widi Nugraha Batik dan Sari Jati. Dua RKB lainnya didatangkan dari Tulung Agung yaitu Yunar Batik dan Pengrajin Marmer & Onix olahan Ir Nasidi.

"Mereka merupakan UKM yang sudah bankabel untuk KUR. Sementara yang belum, kami targetkan bisa akses KUR lewat BNI melalui kegiatan pameran ini, ataupun tergabung dalam RKB. Apalagi target kami sampai akhir tahun bisa kucurkan KUR hingga Rp 1 triliun," jelas Handoko.

Sementara itu, pada semester I tahun 2017, kucuran KUR BNI Kanwil Surabaya masih mencapai Rp 400 miliar. Kekurangan Rp 600 miliar itu diagresifkan di semester II.

Fatma Saifullah Yusuf mengatakan, UKM merupakan bagian dari kegiatan industri manufaktur yang memberi kontribusi besar pada PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jatim.

"Potensi UKM di Jatim ini cukup besar. Sehingga bisa memberi sumbangsih pertumbuhan ekonomi Jatim yang melebihi nasional yang mencapai 5,5 persen," kata Fatma.
Sementara itu, secara nasional,

Pada semester I tahun 2017 lalu, Kementerian Koperasj dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) rata-rata belum mencapai separuh dari target.

Bahkan dikutip dari kontan.co.id, sampai 19 Juli 2017, capaian nasional masih 43,67 persen dari target tahunan.

Tercatat dari awal tahun sampai pertengahan Juli 2017, pemerintah telah menyalurkan KUR lewat bank penyalur sebesar Rp 48,03 triliun, kepada 2,18 juta debitur.

Realisasi penyaluran KUR ini hampir 97 persen, sisanya sekitar 3 persen dijalankan oleh beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD), bank swasta dan perusahaan pembiayaan.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help