Surya/

Liga 1

Polisi Minta Manajemen Madura United Ikut Bertanggung Jawab terhadap Suporter

"Hilangkan juga yel-yel atau nyanyian sifatnya provokatif, itu bisa jadi pemicu," tandas Harnoto.

Polisi Minta Manajemen Madura United Ikut Bertanggung Jawab terhadap Suporter
surya/hayu yudha prabowo
MAKAN KORBAN - Polisi menolong rekannya yang terkena lemparan batu saat laga Indonesia Soccer Championship antara Arema Cronus melawan Madura United di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (2/9/2016). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Insiden pelemparan batu ke bus pengangkut tim Arema FC, Minggu (10/9/2017) lalu, menjadi pelajaran berharga bagi aparat keamanan.

Untuk itu, pihak kepolisian menghimbau manajemen tim Madura United tidak hanya sibuk dengan tim, tetapi mau memberikan arahan kepada suporter, terutama ketika menghadapi lawan yang notabennya antarsuporter pernah terjadi gesekan di pertemuan sebelumnya.

"Pesan kami, dari manajemen ataupun pengurus suatu suporter hendaknya turut bertanggungjawab memberikan pembinaan yang mengarah pada kesatuan dan persatuan antarsuporter," kata Kompol Harnoto Wakapolres Pamekasan, Selasa (12/9/2017).

Polisi juga menghimbau kepada suporter agar menjadikan sepak bola sebagai ladang hiburan untuk memupuk sportivitas, bukan justru menjadi sarana ricuh.

"Jadikan pertandingan sepak bola sebagai media nomor satu untuk menyatukan suporter. Hindari sikap-sikap provokatif yang mengecam dan bisa membentuk permusuhan. Hilangkan juga yel-yel atau nyanyian sifatnya provokatif, itu bisa jadi pemicu," tandas Harnoto.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help