Single Focus

Penerapan Sanksi e-Tilang: Layanan di Kejari Surabaya, Ambil Tilang Tak Perlu Antre

"Kami terus memikirkan mekanisme pengambilan dan pembayaraan denda tilang yang lebih efektif," Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi.

Penerapan Sanksi e-Tilang: Layanan di Kejari Surabaya, Ambil Tilang Tak Perlu Antre
surya/Anas Miftakhudin
Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi menerima penghargaan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (21/7/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mendukung penuh diterapkannya e-tilang pakai CCTV di Kota Pahlawan. Kejari siap memberi layanan maksimal saat pengambilan dan pembayaran denda tilang supaya lebih efektif.

Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, jika nanti e-tilang sudah diterapkan dan ada penindakan mulai Oktober 2017, dipastikan jumlah pengambil barang bukti (BB) di kejaksaan bakal membanjir. Di tilang konvensional saja, setiap hari Jumat ada 3.000 - 5.000 pengendara yang ambil dan bayar denda.

"Kami terus memikirkan mekanisme pengambilan dan pembayaraan denda tilang yang lebih efektif. Kalau bisa tidak hanya hari Jumat, bisa buka setiap hari atau bagimana," sebut Didik, belum lama ini.

Kecuali itu, Kejari Surabaya juga memiliki layanan delivery tilang, drive thru tilang, aplikasi aplikasi 'AmbilTilang' versi android atau bisa mengunnjungi website ambiltilang.com. Layanan tersebut merupakan inovasi yang dilakukan Kejari Surabaya demi efektifitas dan terus dimaksimalkan.

Layanan delivery tilang, misalnya. Masyarakat tinggal telphon saja, nani petugas kejaskaan yang mengantarkan bukti tilang ke rumah. Warga juga bisa mengunduh alikasi 'AmbilTilang' di playstore untuk versi android.

Menurut Didik, ini bentuk layanan tersbeut guna memudahkan masyarakat, Jika pakai aplikasi "AmbilTilang', warga tinggal daftar, memasukkan nomor surat tilang, nomor kendaraan (nopol) kendaraan dan nama. Selanjutnya mendapat balasan nomor guna pengambilan SIM atau STNK.

"Pengguna akan diberi pilihan pilihan, mau ambil barang bukti atau delivery Si Anti Ribet (Siap Antar Tilang ke Rumah dengan Cepet). Pembayaran melalui bank," terang Didik.

Memakai Alikasi "AmbilTilang', lanjut Didik, punya kelebihan dibanding pelayanan biasa. Masyarakat yang datang ke Kejari nanti tidak perlu antre, lantaran ada loket dan petugas khusus yang melayani.

Didik menuturkan, e-tilang pakai CCTV sangat efektif. Ia membandingkan apa yang dilakukan di Surabaya bisa seperti negara-negara di Eropa, yang pengendara lalu lintasnya tertib .

“Saat saya ke Inggris, pengendara kendaraan bermotor sangat berhati-hati dikarenakan seluruh ruas jalannya diawasi CCTV. Saaat perjalanan di London - Liverpool, sopir tidak mau ugal-ugalan dan melanggar, karena jika melanggar surat tilang langsung dikirimkan dan itu sangat mahal,” ucap Didik.

Dasar hukum dalam penerapan E-tilang CCTV juga sudah ada, tinggal sekarang kerja keras dalam melaksanakan penerapannya. Karena efek yang ditimbulkan dari berjalannya program ini sangat luar biasa. Masyarakat bakal lebih tertib di jalanan.

Sementara hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Agus Hamzah mengaku, e-tilang pakai CCTV demi ketertiban dan kenyamanan warga Surabaya. Tinggal mekanismenya harus dipertimbangkan terkait alat bukti, siapa yang harus ditindak. Jika pemilik kendaraan bukanlah yang melanggar, maka perlu dipikirkan aturannya.

“Pasti ada kendala-kendala, itu perlu dipikirkan bersama. Kecuali aturannya bersifat mutlak, dimana pemilik kendaraan bertanggung jawab penuh terhadap setiap pelanggaran kendaraannya,” tegas Agus.

Agus menilai, manfaat diberlakukannya e-tilang pakai CCTV sangat luar biasa. Pemilik kendaraan lebih berhati-hati dalam meminjamkan kendaraannya, kemudian jual beli juga bisa langsung proses balik nama.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help