Surya/

Mahasiswa di Mojokerto Nyambi Jadi Mucikari. Tawarkan Perempuan Lewat Facebook dan Whatsapp

Seorang mahasiswa di Kabupaten Mojokerto diringkus polisi setempat. Dia ditangkap karena diduga menjadi mucikari dan menawarkan jasa PSK lewat medsos.

Mahasiswa di Mojokerto Nyambi Jadi Mucikari. Tawarkan Perempuan Lewat Facebook dan Whatsapp
surabaya.tribunnews.com/rorry nurmawati
Tersangka Taufan Al Meizar (kiri), diringkus polisi karena diduga terlibat dalam bisnis esek-esek dan menjual jasa PSK lewat media sosial. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO -  Berdalih terhimpit kebutuhan ekonomi, Taufan Al Meizar nekat menekuni bisnis esek-esek online demi dapat menyambung hidup.

Akibatnya, mahasiswa semester tujuh di salah satu perguruan tinggi ini, akhirnya diciduk anggota Satreskrim Polres Kabupaten Mojokerto.

Penangkapan berlangsung Senin (11/9/2017) saat Taufan sedang melakukan transaksi. 

"Saya butuh uang buat kebutuhan sehari-hari," pengakuan Taufan Al Meizar saat digelandang ke Polres Kabupaten Mojokerto, Selasa (12/9/2017).

Informasi yang dihimpun di lapangan, saat ditangkap, sekitar pukul 15.00, pria yang indekos di kawasan kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini berada di sebuah hotel di kawasan Puri, Kabupaten Mojokerto

Saat ditangkap, dia bersama seorang perempuan 26 tahun berinisial FA dari Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, yang hendak 'dijajakan' kepada pria pelanggan.  

Pengakuan pemuda berusia 22 tahun ini, ia mematok tarif mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta. Dari hasil bisnis yang baru ditekuni pada akhir Agustus ini, ia berhasil mendapatkan komisi Rp 50 ribu dari setiap PSK.

"Saya baru dapat order sekali," dalihnya.

Dengan memanfaatkan media sosial Facebook, pelaku memasarkan para PSK yang mayoritas berusia 25 hingga 28 tahun.

Dalam jejaring tersebut, pelaku juga melengkapi nomor telepon yang bisa dihubungi. Jika ada seorang pria yang berminat, pelaku kemudian meneruskan percakapan melalui aplikasi WhatsApp. Bahkan, ada grup khusus yang dibuat untuk menawarkan para PSK.

Halaman
12
Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help