Surya/

Properti

Konsumen Properti Surabaya Masih Tertarik Berinvestasi di Rumah Tapak

Trend hunian vertikal atau apartement tidak membuat pasar rumah tapak berkurang. Ini buktinya...

Konsumen Properti Surabaya Masih Tertarik Berinvestasi di Rumah Tapak
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Senior Director Citraland Surabaya, Sutoto Yakobus (tengah) bersama Andy Soegihardjo, Associate Director Citraland (kiri) disela kegiatan pemilihan unit untuk proyek Northwest Hill, Selasa (12/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Trend hunian vertikal atau apartement tidak membuat pasar rumah tapak berkurang. Hal itu terlihat dari lebih dari 967 pemegang Nomor Urut Pemesanan (NUP) dari proyek Northwest Hill oleh Citraland, antusias hadir saat pemilihan unit yang digelar Selasa (12/9/2017) di mal Ciputra World Surabaya.

"Pembagian NUP sudah diberikan saat Product knowladge pada 30 Agustus 2017 lalu. Hari ini kami lanjutkan dengan pemilihan unit, yang dalam proyek ini terdiri atas 720 unit rumah tapak lantai dua dan 278 unit ruko (rumah toko)," jelas Andy Soegihardjo, Associate Director Citraland.

Lebih dari 1.000 itu berada di kawasan Northwest Hill yang merupakan bagian dari proyek Northwest. Sebelum Northwest Hill, Citraland Surabaya sudah mengembangkan Northwest Park seluas 36 hektar yang sudah dilaunching Oktober 2015 dengan total penjualan 984 unit.

Kemudian dilanjutkan dengan proyek Northwest Lake seluas 30 hektar, dilaunching Oktober 2016 lalu, dengan penjualan 973 unit.

"Keduanya akan serah terima di tahun 2018 dan 2019. Nah, tahun 2017 ini, kami lanjutkan Northwest Hill dengan enam type rumah tapak lantai dua dan ruko tiga lantai, tinggal menunggu hasil berapa yang sudah mengambil unit, dan targetnya semester II tahun 2018 mulai dibangun, serah terima tahun 2020," jelas Andy.

Rumah tapak lantai dua di Northwest Hill ini dijual dengan harga mulai Rp 800 juta untuk ukuran 5 x 12 meter hingga Rp 2,5 miliar untuk ukuran 9 x 15 meter. Sedangkan ruko tiga lantai dengan ukuran 4,5 x 15 meter.

Sutoto Yakobus, Senior Director Citraland Surabaya, menambahkan, saat ini pasar rumah tapak atau landed house masih cukup tinggi.

"Di Surabaya saat ini sudah campur, antara pasar landed house dengan hunian vertikal atau apartement, sudah sama. Bahkan konsumen antara end user dengan investor di landed house juga sudah tidak terlihat lagi," jelas Sutoto.

Namun diakuinya, pasar landed house dengan lokasi di wilayah Surabaya, diminati oleh dua jenis konsumen tersebut. Konsumen inveator, lama-lama tentunya akan sampai pada konsumen end user. Karena itu, Citraland tidak hanya menjual dan membangun rumah, tapi juga membangun lingkungan, fasilitas dan pendukung bagi penghuninya.

"Kenapa kami ada ruko, hal ini juga terkait dengan dukungan kepada penghuni. Bagi penghuni yang membuka usaha, bisa memanfaatkan ruko ini yang tidak jauh dari tempat tinggal, dan pasarnya juga para penghuni dari kawasan sekitarnya," lanjut Sutoto.

Karena ruko yang dibangun berada di sekitar kawasan Northwest Park dan Northwest Lake yang sudah terjual hampir 2.000 unit, sehingga saat ruko operasional, di dua kawasan itu sudah ada penghuni.

Nilai lebih kawasan ini adalah adanya akses Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) yang sedang dibangun oleh Pemkot Surabaya, dan rencana tol Bunder - Legundi.

Menurut Sutoto, dari konsumen unit di Northwest Park yang tahun 2015 lalu membeli dengan harga Rp 5,6 miliar, tahun 2017 ini sudah ditawarkan di harga naik menjadi Rp 7 miliar.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help