Surya/

Duh, Tak Punya Uang Untuk Beli Kosmetik, Perempuan di Kediri Curi BPKP Milik Tetangga

Demi membeli peralatan make up, seorang perempuan di Kediri nekat mencuri BPKB milik tetangganya. BPKB itu kemudian digadaikannya senilai Rp 3 juta.

Duh, Tak Punya Uang Untuk Beli Kosmetik, Perempuan di Kediri Curi BPKP Milik Tetangga
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Tersangka Novita Eftanasari (tengah) ketika diamankan di Polsek Kras, Kediri. 

SURYA.co.i d| KEDIRI - Gara-gara tak memiliki uang untuk membeli peralatan make up, membuat Novita Eftanasari (28) jadi gelap mata.

Demi mewujudkan keinginannya secara instan, warga Desa Krandang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri ini nekad mencuri Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKP) milik tetangganya.

BPKB Sepeda motor AG 2067 AL dengan Nomor H-09510325 milik korban bernama Didik Susanto (34) oleh tersangka dijadikan jaminan untuk memperoleh pinjaman kredit dari Bank Perkeditan Rakyat (BPR) Bina Reksa Karya Artha senilai Rp 3.000.000.

Informasinya, tersangka memanfaatkan kedekatan dengan tetangganya untuk berbuat kejahatan.

Ketika kondisi rumah korban sepi tersangka masuk ke rumah korban dan mengambil BPKB yang berada di dalam lemari kamar milik korban. Karena sudah saling kenal dan mengetahui seluk-beluk rumah korban, dengan leluasa tersangka mengobok-obok lemari korban dan mengambil BPKB tersebut. Tersangka mencuri BPKP milik korban pada Mei 2017.

Korban baru menyadari kalau BPKB miliknya telah menjadi jaminan di BPR simpan pinjam dari informasi rekannya. Saat ditelisik diketahui identitas nasabah yang memakai BPKB miliknya tanpa permisi itu adalah tetangganya sendiri.

Tak terima dengan perbuatan yang dilakukan oleh tetangganya, korban melaporkan tersangka ke Polsek Kras, dengan dasar laporan pencurian.

Kapolsek Kras, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Samsul Huda mengatakan pihaknya menangkap tersangka saat berada di kediamannya. Pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu BPKB milik korban.

"Alasan tersangka mencuri BPKB itu karena butuh uang untuk beli kosmetik untuk usaha salonnya," jelas AKP Samsul Huda kepada SURYA, Selasa (12/9/2017).

Samsul menjelaskan, tersangka diketahui sebagai ibu rumah tangga yang sekaligus membuka jasa penata rias. Selain itu, antara korban dan tersangka tidak ada hubungan darah, hanya sebatas tetangga biasa.

Ditambahkannya, pihaknya menduga tersangka sering kali melakukan perbuatan ini. Sebab, ada indikasi tersangka melakukan pencurian seperti ini di tempat lain.

"Masih kita kembangkan dengan tempat kejadian perkara lainnya," jelas Samsul.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help