Surya/

Lapsus Pengungsi Rohingya

Derita Pengungsi Rohingya - 'Kami Bosan Cuma Makan dan Tidur di Tempat Pengungsian'

Para pengungsi Rohingya di Rumah Susun Puspa Agro Sidoarjo mengaku stres didera kebosanan lantaran tidak bisa berbuat apa-apa.

Derita Pengungsi Rohingya - 'Kami Bosan Cuma Makan dan Tidur di Tempat Pengungsian'
surya/m taufik
Sejumlah pengungsi Rohingya berkumpul di depan Rusun Puspa Agro, Jemundo, Taman, Sidoarjo. Mereka terlihats edih saat menceritakan kondisi keluarganya yang terlibat konflik di negaranya, Myanmar. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sebanyak 13 orang pengungsi Rohingya ditampung di Rumah Susun (Rusun) Puspa Agro, Sidoarjo.

Selain mendapat tempat tinggal gratis, mereka yang tinggal bersama sekitar 140 pengungsi lain dari berbagai negara juga mendapat jatah uang makan sebesar Rp 1.250.000 setiap bulan.

Sekilas memang terlihat nyaman. Namun, para pengungsi Rohingya mengaku stres didera kebosanan lantaran tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kami juga punya masa depan, kami ingin berkarya, bekerja dan sebagainya. Apa kami akan seperti ini terus, hanya makan dan tidur aja,” keluh Muhammad Suaib, seorang pengungsi Rohingnya di Puspa Agro.

Di rusun milik Pemprov Jatim ini, para pengungsi tidak boleh bekerja.

Mereka juga tidak boleh keluar jauh tanpa izin dari pihak Imigrasi yang bertugas mengawasi mereka.
Bahkan, setiap pagi jam 09.00 dan malam pukul 22.00 WIB, semua harus absen dengan sistem finger print yang telah disiapkan di rusun.

“Paling-paling, kalau sore atau siang hari bisa jalan-jalan ke pasar Puspa Agro, yang lokasinya berada di depan rusun,” ungkap Suaib.

Diceritakan pria 31 tahun yang sudah tinggal di Puspa Agro sejak Juni 2013 ini, kesibukan dia dan rekan-rekannya hampir sama setiap hari.

Setiap pagi, kegiatan dimulai dengan Salat Subuh berjamaah di masjid yang berada sebelah rusun dan dilanjutkan dengan mengaji.

Setelah itu, Suaib dan para pengungsi Rohingya lain biasa memasak atau sekedar bikin teh untuk sarapan pagi.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help