Surya/

Lapsus Pengungsi Rohingya

Derita Pengungsi Rohingya - 13 Pengungsi Rohingya Itu Mengaku Tertekan Berada di Negaranya

Mereka pun ditetapkan sebagai assylum seeker atau pencari suaka eksodus atau mencari perlindungan-lah

Derita Pengungsi Rohingya - 13 Pengungsi Rohingya Itu Mengaku Tertekan Berada di Negaranya
surya/m taufik
Sejumlah pengungsi Rohingya berkumpul di depan Rusun Puspa Agro, Jemundo, Taman, Sidoarjo. Mereka terlihats edih saat menceritakan kondisi keluarganya yang terlibat konflik di negaranya, Myanmar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Rudenim Surabaya Taty Sufiani mengatakan sejarah penangkapan 13 imigran Rohingya yang kini ditampung di rumah susun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo, ini bermacam-macam.

Ada yang berdasarkan laporan dari masyarakat dan dikembangkan.

Setelah informasi dinyatakan benar, akhirnya Imigrasi pun bertindak dan menangkap mereka.

Ada juga yang menyerahkan diri ke kantor Imigrasi.

“Setelah diamankan Imigrasi, mereka selanjutnya dibawa ke sini (Puspa Agro) dan tinggal di Rudenim,” paparnya.

Menurut Taty, saat diinterogasi awal, mereka ini mengaku tertekan di negara asalnya.

Akhirnya, mereka mencari perlindungan ke negara lain, dan mereka memilih Indonesia.

Namun, kepindahannya ke Indonesia tidak dibekali dengan dokumen yang lengkap.

“Mereka pun ditetapkan sebagai assylum seeker atau pencari suaka eksodus atau mencari perlindungan-lah,” terangnya.

Dari data itu, kata dia, pihaknya melaporkan ke UNHCR dan IOM yang dibawah naungan PBB.

Dari sana, tim turun ke lapangan, untuk mewancarai masing-masing deteni.

Inti wawancara mereka, menanyakan terkait latar belakang atau alasan mereka masuk Indonesia tanpa membawa dokumen yang diperlukan.

“Tapi, mohon maaf saya tidak bisa sampaikan apa hasil dari wawancara itu, karena kami tidak mengetahui apa hasilnya. Sebab, interview yang dilakukan IOM dan UNHCR ini bersifat privasi dan tertutup,” tandasnya. (Aflahul Abidin/M Taufik)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help