Surya/

Begini Cara Minum Teh Ala Bangsawan, Bisa Jadi Bekal Sebelum Kamu Ngedate Bareng Pasangan

Siapa sangka, untuk bisa tampil elegan ada tata cara tersendiri saat minum teh. Mulai dari penyajian, cara seduh, hingga pose duduk yang benar.

Begini Cara Minum Teh Ala Bangsawan, Bisa Jadi Bekal Sebelum Kamu Ngedate Bareng Pasangan
Ahmad Zaimul Haq

SURYA.co.id | SURABAYA - Siapa sangka, untuk bisa tampil elegan ada tata cara tersendiri saat minum teh. Cara tersebut sering disebut Tea Manner.

Mulai dari penyajian, cara seduh, hingga pose duduk yang benar.

Saat acara minum teh, tuan rumah sebaiknya terlebih dahulu menyiapkan cangkir, alas cangkir, sendok teh, dan sebuah celemek besar.

Teh disajikan di tempat duduk dan meja yang rendah.

Tuan rumah menuangkan teh ke dalam cangkir, sedangkan tamu dipersilahkan memberi gula maupun susu sendiri.

Susu terlebih dahulu dimasukkan ke dalam teh, kemudian disusul gula.

Cara mengaduk dengan sendok teh berlawanan arah dari depan ke belakang, bukan diputar. Teknik ini dinamakan traditional tea.

"Traditional tea memang seperti itu. Setelah tuan rumah memberikan teh nya, milk (susu) dan gula dituang oleh tamu," jelas Azizah Algadrie, Personality Coach dan Motivator, Selasa (12/9/2017) di acara Magic Tea, Heracate Tea Room & Boutique, Surabaya.

Sementara untuk posisi duduk tamu harus tegak dan menata celemek di atas pangkuan.

Sebelum meminum teh gagang cangkir diangkat kemudian dekatkan mulut, hindari kepala menunduk mendekati cangkir.

"Tea manner mengadopsi tradisi minum teh dari United Kingdom (UK). Mereka menikmati traditional tea sebanyak 165 ml cup per hari, dikenal dengan sebutan having tea, dan bukan afternoon tea yang notabene diklaim sebagai gaya hidup para bangsawan Inggris di abad ke-18," jelasnya lagi.

Menurut sejarah lanjutnya, tradisi minum teh seperti afternoon tea mulai terkenal sejak 150 tahun yang lalu, yaitu sekitar tahun 1800-an.

Awalnya dilakukan sebagai cara sosialisasi kaum konglomerat di Inggris. Mereka akan mengundang teman untuk menikmati teh beserta hidangan roti-roti kering jelang pukul empat sore.

Siap dipraktekkan!

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help