Surya/

Citizen Reporter

Begini Cara Bijak Menundukkan Tes IELTS

bagaimana agar lolo tes bahasa Inggris sebagai syarat wajib bagi yang ingin meraih beasiswa pendidikan ke luar negeri? coba saja kiat yang satu ini ..

Begini Cara Bijak Menundukkan Tes IELTS
istimewa
IELTS 

Reportase Dini Rosita Sari
Ibu rumah tangga/pendiri The Kiddies Nunukan/berkegiatan di The Smart Mums Nunukan, Kalimantan Utara

SIAPA tak ingin kuliah di luar negeri? Pesona bangunan-bangunan bersejarah di Eropa dan godaan untuk berswafoto di tempat terkenal di dunia, semacam Big Ben dan Menara Eiffel, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu beasiswa. Selain k esempatan emas menimba ilmu di kampus terbaik tentunya. 

Namun, untuk mencapai cita-cita itu ada tantangan tersendiri yang harus ditaklukkan. Salah satu dan yang biasanya menjadi momok adalah persyaratan kemampuan berbahasa asing (baca: bahasa Inggris).

Pemberi beasiswa normalnya menentukan standar penerimaan masing-masing, Untuk keperluan ini pemburu beasiswa harus mengikuti tes tertentu, salah satunya International English Language Testing System (IELTS).

Namun, tak sedikit yang menganggap tes IELTS cukup sulit sehingga hasil yang didapatkan jauh dari harapan.

Dan, belum lama ini saya mengikuti tes IELTS yang dihelat British Council Surabaya. Tanggal tes sudah saya tentukan sekitar 3 bulan sebelumnya. Menariknya, jika mendaftar melalui institusi ini kita akan mendapat akses ke latihan IELTS gratis sebanyak 30 jam. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan saya kala itu.

Tentu, saya tak menyia-nyiakan fasilitas ini. Hampir setiap hari saya mengakses soal-soal latihan yang disediakan, mulai dari reading, listening, speaking dan writing.

Selain dari British Council, saya juga mempersenjatai diri dengan beragam soal dari situs online, seperti ieltsliz.com atau ieltsbuddy.com dan buku panduan IELTS, salah satunya Cambridge English.

Kunci keberhasilan saya dalam meraih band score 8 bisa dikatakan adalah konsistensi. Enam bulan sebelum jadwal tes saya sudah mulai melakukan latihan dari sumber-sumber tersebut.

Setiap hari saya menyisihkan antara 30-60 menit untuk mengerjakan soal-soal. Ada kalanya saya hanya mampu berlatih selama 10 menit karena kecapaian. Namun, saya selalu memastikan ada waktu khusus untuk berlatih IELTS setiap harinya.

Beragam jenis latihan saya geluti. Dari membaca dan menjawab pertanyaan, menulis esai, mendeskripsikan diagram serta mendengarkan.

Khusus untuk berbicara, saya mengumpulkan prediksi soal dari bermacam sumber. Kemudian, setiap ada waktu luang, melatih kemampuan tersebut dengan menjawab pertanyaan. Terbukti hal tersebut ampuh membiasakan diri dengan tema tertentu yang mungkin dihadapi saat tes. Coba saja...

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help