Surya/

Terkait Komentar Penulis Buku soal Pajak Penghasilan, begini Reaksi Menteri Sri Mulyani

Sri Mulyani telah meminta Ditjen Pajak untuk menyamakan kembali pemahaman apabila terjadi ketidaksamaan pendapat dan ketidakpastian perlakuan.

Terkait Komentar Penulis Buku soal Pajak Penghasilan, begini Reaksi Menteri Sri Mulyani
surya/any riaya nikita
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

SURYA.co.id | Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya angkat bicara terkait berita Tere Liye yang akan berhenti menerbitkan buku karena masalah perpajakan.

Melalu akun instagramnya, @smindrawati, Sri Mulyani menyampaikan suaranya dengan mengunggah foto beberapa buku termasuk karya Tere Liye.

“Bagi saya, buku adalah sahabat sejati. Dia menemani saya dimana saja dan kapan saja tanpa pernah protes - saat di mobil, waktu antri di dokter gigi, ketika hendak menikmati "me time" juga menjelang tidur. Membaca buku selalu mampu membawa saya pada dunia lain dan bahkan kadang mampu memberikan perspektif lain mengenai hidup dan kehidupan…”

Begitu tulis Sri Mulyani sebagai pembuka tanggapannya mengenai masalah perpajakan terkait profesi penulis.

“Bagi profesi penulis, penghitungan normanya adalah 50 persen dari penghasilannya sebagai penulis (baik royalti maupun honorarium lainnya).
Maksudnya, biaya untuk menghasilkan buku bagi seorang penulis dianggap sebesar 50 persen dari penghasilannya.  Artinya, setelah dihitung total penghasilan yg diperoleh oleh penulis selama satu tahun pajak dikalikan dengan 50 persen sehingga diperoleh penghasilan netto.
Sama dengan Wajib Pajak lain, dari penghasilan netto ini dikurangkan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sehingga diperoleh penghasilan kena pajak.
Kemudian, dari penghasilan kena pajak dihitung pajak penghasilan terutang menggunakan tarif pajak progresif sesuai dengan lapisan penghasilan,” lanjutnya dalam kolom komentar.

Sri Mulyani telah meminta Ditjen Pajak untuk menyamakan kembali pemahaman apabila terjadi ketidaksamaan pendapat dan ketidakpastian perlakuan di lapangan, seperti yang dikeluhkan oleh Tere Liye.

Selain itu, Sri Mulyani juga meminta peninjauan ulang Standart Operating Procedure (SOP) dalam penanganan masalah seperti ini.

Mengenai anggapan Tere Liye tentang seluruh jajaran pajak adalah identik dengan Gayus, Sri Mulyani berharap persepsi tersebut tidak muncul karena sungguh melukai mereka yang jujur dan memiliki komitmen dan integritas tinggi dalam menjalankan tugas konstitusi mengumpulkan penerimaan negara.

Penulis Dewi Lestari yang ikut menyuarakan pendapatnya terkait pajak profesi penulis menyambut gembira tanggapan Sri Mulyani.

Berikut merupakan tulisan Dewi Lestari menanggapi pajak profesi penulis melalui facebooknya.

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10155846296634642&id=6846134641

Melalui akun instagramnya, @deelestari, ia juga menuliskan komentar pada unggahan foto Sri Mulyani “Semoga pertemuan dlm minggu ini menjadi titik awal bagi perubahan yang baik untuk semua pihak ya, Bu. Terima kasih untuk perhatiannya. Dan terima kasih sudah mengoleksi #SupernovaPartikel. Saya haru.”

Penulis: Any Riaya Nikita
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help