Surya/

Berita Surabaya

Tambah Dua Odong-Odong Pedestrian Baru untuk Bersihkan Taman di Kota Surabaya

Tahun ini ada dua unit pedestrian scrubber atau biasa disebut juga dengan odong-odong pedestrian.

Tambah Dua Odong-Odong Pedestrian Baru untuk Bersihkan Taman di Kota Surabaya
surya/ahmad zaimul haq
Petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) membersihkan lantai pedestrian di kawasan Balai Kota Surabaya dengan alat, Selasa (8/8/2017). Pembersihan dengan alat itu untuk menjaga keramik pedestrian tetap bersih dan tidak licin. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lantaran kebutuhan untuk membersihkan pedestrian di kawasan taman semakin meningkat, tahun ini Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau mengadakan penambahan alat pedestrian scrubber baru.

Tahun ini ada dua unit pedestrian scrubber atau biasa disebut juga dengan odong-odong pedestrian.

Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Chalid Buchari mengatakan sebelumnya ada sebanyak empat alat odong-odong pedestrian yang dimiliki Pemkot.

Satu diantaranya dioperasikan Bagian Umum, sedangkan sisanya ada di Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau.

"Salah satu programnya pemkot adalah membuat desain pedestrian yang unik dan menarik. Kalau kotor tidak terawat tentu tidak terlihat bagus maka kita mengadakan alat ini untuk perawatannya," kata Chalid, Minggu (10/9/2017).

Menurutnya alat ini sangat praktis. Selain membersihkan sampah sisa pengunjung taman yang kurang bertanggung jawab, alat ini juga efektif digunakan untuk membersihkan getah tanaman yang jatuh dan melekat di pedestrian.

Lantaran menggunakan mesin, maka alat ini menurut Chalid turut menghemat tenaga kerja.

Ia mencontohkan untuk Taman Surya yang sangat luas.

Jika untuk tenaga manusia dibutuhkan lebih dari tiga orang.

Kalau dengan mesin odong-odong pedestrian ini cukup dua orang yang bisa bergantian.

"Selain itu dia juga pakai tenaga listrik, jadi tidak ada gas buang. Sehingga aman dan nyaman bagi pengunjung yang datang ke taman kita," ucap Chalid.

Di sisi lain ini juga merupakan cara Pemkot untuk memanfaatkan teknologi agar kerja teknis di lapangan semakin mudah dan praktis.

Meski begitu, ia tetap mengimbau ke masyarakat untuk terus menjaga kebersihan taman Kota Surabaya.
Sebab jika dijaga dan dirawat taman di Surabaya akan bisa tetap nyaman dikunjungi hingga menjadi warisan bagi generasi selanjutnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help