Surya/

Lapsus Pengungsi Rohingya

Pengungsi Rohingya di Sidoarjo Kehilangan Jejak Keluarga, Seperti Ini Kesedihan Mereka

Dia makin sedih karena kabar tentang keluarganya belum didapat. Suaib mengaku sudah lama tidak berkomunikasi dengan orangtua dan adik-adiknya.

Pengungsi Rohingya di Sidoarjo Kehilangan Jejak Keluarga, Seperti Ini Kesedihan Mereka
surya/m taufik
Sejumlah pengungsi Rohingya berkumpul di depan Rusun Puspa Agro, Jemundo, Taman, Sidoarjo. Mereka terlihats edih saat menceritakan kondisi keluarganya yang terlibat konflik di negaranya, Myanmar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Demi mencari tahu kabar tentang orangtua dan keluarganya di Myanmar, Usman mengaku aktif memantau berita-berita di televisi dan berbagai media lain, termasuk berkomunikasi dengan kawan atau saudara yang ada di Myanmar.

Namun, sejauh ini dirinya belum mendapat kabar pasti bagaimana kondisi orangtua dan keluarganya.

Termasuk, lokasi keberadaan orang-orang yang dicintainya itu, juga belum bisa dipastikan.

Apakah masih di Myanmar atau mengungsi ke negara lain.

Hal serupa juga dirasakan Muhammad Suaib, juga pengungsi Rohingya yang tinggal di Rusun Puspa Agro.

Saban hari, dia selalu memantau berita tentang perkembangan situasi di Myanmar.

“Seperti kabar hari ini, saya diberitahu teman yang ada di sana bahwa ada lagi rumah yang dibakar, dan ada juga warga yang ditemukan meninggal dalam kondisi terbungkus karung,” kata Suaib saat ditemui SURYA.co.id di Rusun Puspa Agro, Kamis (7/9/2017) malam.

Dia makin sedih karena kabar tentang keluarganya belum didapat.

Suaib mengaku sudah lama tidak berkomunikasi dengan orangtua dan adik-adiknya.

Hanya dari rekan yang ada di Myanmar, disebut bahwa ibu bersama tiga adiknya sudah ikut mengungsi ke Bangladesh.

“Kabar yang saya terima, setelah rumah dan kampung kami terbakar, ibu dan tiga adik saya mengungsi ke Bangladesh dan sudah sampai di sana. Ada juga kabar yang menyebut bahwa ibu saya sedang sakit, tapi saya sendiri belum bisa berkomunikasi dengan keluarga saya untuk memastikannya,” imbuhnya lirih. (M Taufik/Aflahul Abidin)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help