Surya/

Pilgub Jatim 2018

Pengamat Politik: PDIP Berhati-hati di Pilgub Jatim

Selain Jakarta, Jatim merupakan daerah strategis yang wajib dimenangkan olehnya dalam konteks pemilihan umum.

Pengamat Politik: PDIP Berhati-hati di Pilgub Jatim
surya/istimewa
Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kekalahan di Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu menjadi pukulan telak bagi PDIP.

Meski menjadi poros dengan dukungan partai terbanyak, namun mereka akhirnya tetap gagal.

Hal tersebut menjadi pelajaran penting untuk Pilkada Jawa Timur 2018 agar kejadian serupa tak terulang.

Sebab, selain Jakarta, Jatim merupakan daerah strategis yang wajib dimenangkan olehnya dalam konteks pemilihan umum.

Untuk itulah, PDIP dalam hal ini sangat berhati-hati memilih calon gubernur maupun wakil gubernur yang akan diusung.

Di antaranya, dengan mengirimkan fungsionaris dari DPP, yakni Ahmad Basarah, untuk melakukan komunikasi dengan kiai-kiai di Jatim.

Sementara itu, untuk jabatan calon gubernur, PDIP sepertinya memang akan mengusung Gus Ipul (Saifullah Yusuf).

Hal ini ditandai dengan secara intensnya PDIP melakukan komunikasi politik dengan Gus Ipul, baik oleh kader di daerah, maupun pusat.

Kemudian, masalahnya ada pada siapa pendamping yang akan diusulkan oleh PDIP untuk mendampingi Gus Ipul.

Di sinilah titik dilema PDIP. Partai ini memiliki dua kader potensial sama-sama memiliki kelebihan berbeda.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help