Surya/

Citizen Reporter

Nyolase, Tradisi Tabur Kembang Kuburan ala Dungkek

dengan menjaga tradisi nyolase, warga Dungkek bukan sekadar mendoakan kerabat yang sudah wafat tapi juga penanda dan pengingat mati bagi yang hidup ..

Nyolase, Tradisi Tabur Kembang Kuburan ala Dungkek
fendi chovi/citizen reporter
ilustrasi nyolase 

Fendi Chovi
Blogger/Anggota IAA Dungkek, Sumenep, Madura

 

Di kalangan masyarakat Madura terdapat tradisi nyolase ke makam atau kuburan para leluhur serta para kerabat. Tradisi nyolase biasanya dilakukan sepaket dengan kegiatan ziarah kubur.

Tradisi nyolase adalah kegiatan menabur kembang disertai dengan penyiraman air kumkuman, yaitu air yang dicampur dengan irisan daun pandan, bunga melati serta bedak balikkeran, yaitu bedak berbentuk bulat seperti butiran tasbih.

Kegiatan nyolase ini dikenal cukup menyeluruh di masyarakat Dungkek, Sumenep. Para warga menilai sebagai kegiatan sakral pada hari-hari tertentu, terutama pada dua hari raya lebaran.

Menurut Wardi Aziz, tradisi ini untuk menghormati serta mengenang sekaligus mendoakan keluarga atau kerabat yang terlebih dahulu dipanggil oleh Allah SWT.

Aturan nyolase tergantung dengan posisi letak makam atau kuburan. Biasanya, nyolase dimulai dari bagian posisi kepala hingga ke kaki. Yakni, posisi paling utara terus ke selatan di atas pusara makam. Umumnya, makam-makam di Madura menaruh tubuh jenazah menghadap ke utara.

Tradisi nyolase tak sekadar dilakukan pada dua hari raya Idul Fitri serta Idul Adha. Tapi, juga pada hari ketiga, ketujuh, keempat puluh, keseratus, hingga setahun, dan keseribu hari kematian mayit. Dilanjut ke acara haul.

Tak jarang, peziarah melakukan nyolase biasanya rutin pada kamis sore, yaitu menjelang malam jumat.

"Nyolase terbilang unik serta menjadi pengingat akan kematian. Nyolase kadang juga dijadikan sarana pengganti kegiatan berdoa serta ngaji bagi peziarah yang kemampuan membaca Al Qurannya bermasalah," ujar Wardi.

Lanjut Wardi, sebagai gantinya, kegiatan nyolase atau menabur kembang menjadi ganti bagi kerabat yang hendak ziarah ke makam para leluhur untuk mengenang dan mengingat keberadaan para leluhur yang telah tiada.

Jika kerabat biasa membaca Al Quran, biasanya sebelum nyolase pihak keluarga membaca surat yaasin dan doa-doa pendek lalu bersih-bersih di pusara makam dengan menabur kembang.

Dengan nyolase inilah, kuburan pun menjadi lebih terawat, terjaga dan menjadi lebih menarik dilihat oleh para peziarah yang lain dengan taburan kembang-kembang.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help