Surya/

Lapsus Pengungsi Rohingya

Derita Pengungsi Rohingya di Jatim - Cegah Gesekan Antar Pengungsi Rohingya di Rusun Puspa Agro

Kami bertemu pengungsi Rohingya, untuk menetralisir agar tidak ada gesekan antar mereka yang berbeda keyakinan

Derita Pengungsi Rohingya di Jatim - Cegah Gesekan Antar Pengungsi Rohingya di Rusun Puspa Agro
surya/ahmad zaimul haq
Massa dari berbagai elemen mengikuti aksi solidaritas dan kemanusiaan untuk Rohingya di depan Gedung Grahadi, Selasa (5/9/2017). Aksi itu menuntut penyelesaikan kasus kekerasan etnis Rohingya di Myanmar. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Dari 13 pengungsi asal Rohingya di rumah susun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo ada satu yang beragama Buddha, lainnya beragama Muslim.

Pihak kepolisian mengantisipasi agar tak ada gesekan antara mereka.

Untuk itu, komunikasi antara kepolisian dan pihak imigrasi ditingkatkan setelah kasus di Rohingya memuncak.

“Kami bertemu mereka, terutama pengungsi Rohingya, untuk menetralisir agar tidak ada gesekan antar mereka yang berbeda keyakinan,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, kepada SURYA.co.id.

Polisi, kata dia, rutin memantau kondisi di rusun tempat para warga negara asing itu tinggal.

Sebelum ini, pertemuan di lokasi hanya berupa pemantauan umum.

Namun setelah tragedi di Rohingya menjadi sorotan dunia, pemantauan dilakukan lebih intens.

Pertemuan terakhir, polisi menampung cerita mereka yang keluarganya menjadi korban tragedi Rohingya.

Meski banyak pengungsi yang “marah” terhadap kekerasan yang menimpa sanak saudara di Rohingya, mereka tetap berhubungan akrab satu sama lain.

Termasuk dengan seorang pengungsi Rohingya yang berbeda keyakinan.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help