Surya/

Berita Ekonomi Bisnis

WOM Agresif Pasarkan Pembiayaan Multiguna saat Pasar Motor Turun

Gilbert menyatakan hal itu di sela perayaan HUT Kemerdekaan RI di Desa Bangah, Gedangan, Sidoarjo, Minggu (10/9/2017).

WOM Agresif Pasarkan Pembiayaan Multiguna saat Pasar Motor Turun
surya/sri handi lestari
Gilbert Samuel Siahaan, Business Unit Head Regional WOM Finance Jatim memberikan penjelasan terkait kredit multiguna kepada warga kawasan Sidoarjo, Minggu (10/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasar motor atau kendaraan roda dua yang terus menurun membuat PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Tbk agresif memasarkan produk pembiayaan multiguna. Hal ini dilakukan untuk pencapaian target kinerjanya di tahun 2017 ini.

"Memang pasar motor sedang turun yang berimbas pada pembiayaan. Namun kami masih memiliki produk pembiayaan multiguna. Ini yang kami push untuk memberi kontribusi yang besar dalam mencapai target kinerja hingga akhir tahun 2017 ini," kata Gilbert Samuel Siahaan, Business Unit Head Regional WOM Finance Jatim.

Gilbert menyatakan hal itu di sela perayaan HUT Kemerdekaan RI di Desa Bangah, Gedangan, Sidoarjo, Minggu (10/9/2017).

Target di semeter I tahun 2017, diakui Gilbert telah tercapai sekitar 50 persen. Untuk semester II, pihaknya maaih optimis pembiayaan motor baru maupun bekas masih bisa digenjot.

Namun dengan adanya produk multiguna, yang selama ini kontribusinya masih 30 persen, bisa bertambah untuk mengantisipasi bila pasar pembiayaan motor tidak bisa tumbuh positif.

"Karena memang sudsh terlihat, bila banyak pemilik motor yang beralih ke mobil. Terutama mobil-mobil LCGC (Low Car Green Car) yang memang segmen pasarnya adalah para pengguna motor yang ingin beralih ke mobil," lanjut Gilbert.

Sementara saat ini, banyak seri-seri baru dari agen pemegang merek maupun distributor yang sangat agresif menawarkan produknya.

Sehingga pihaknya memilih melakukan pengembangan di produk pembiayaan multiguna yang menggunakan agunan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil maupun motor.

Nilai pinjaman menggunakan BPKB kendaraan, tergantung dengan harga taksiran dari tahun, seri, dan kondisi kendaraan sesuai pasar.

"Tapi pembiayaan yang kami berikan sekitar 75 persen dari nilai dan bunganya 0,9 persen per bulan," jelas Gilbert.

Salah satu upaya untuk menarik konsumen dalam kredit multiguna ini adalah dengan masuk ke kegiatan warga di lingkungan terkecil seperti kelurahan dan desa.

Dengan target sasaran, warga masyarakat yang punya usaha kecil-kecilan di rumah. Misalnya pedagang makanan yang pasarnya adalah kegiatan atau keramaian di daerah perkampungan, bila punya BPKB kendaraan bisa diagunankan untuk kemudian dana yang didapat jadi tambahan modal.

"Kredit multiguna memang targetnya pengusaha kecil, misalnya pedagang cilok yang punya motor, ibu-ibu yang punya motor kemudian buka usaha mrancangan di rumah, BPKB nya bisa bermanfaat menambah modal usaha. Meski mau dipakai apa saja, sebenarnya terserah, tapi lebih ada nilai lebih bila dipakai modal usaha," tandas Gilbert.

Sampai dengan 30 Juni 2017, WOM Finance berhasiI mencatatkan laba bersih Rp 57 miliar meningkat 49 persen bila dibandingkan dengan Iaba bersih pada periode yang sama tahun lalu.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help