Surya/

Citizen Reporter

Skywar Belajar dan Bermain cara Mudipat

dalam permainan ada pembelajaran yang menyenangkan, skywar pun digagas dengan harapan sama agar anak didik senang belajar yang diselipkan di dalamnya.

Skywar Belajar dan Bermain cara Mudipat
erfin walida rahmania/citizen reporter
Siswa tengah memainkan skywar di sekolah 

Reportase Erfin Walida Rahmania
Guru di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

PERMAINAN gratis berbasis Android yang dibuat oleh Ketchapp tak asing didengar oleh penggemar game saat ini. Ya, namanya skywar. Tapi, berbeda halnya dengan skywar yang ada di SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya ini, karena permainan dibuat sekaligus untuk menginternalisasikan pembelajaran akhlak serta Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Ada perbedaan dan persamaan di antara keduanya. Perbedaannya, skywar berbasis Android cukup sulit dilakukan karena membutuhkan keterampilan jari tangan yang cepat. Nah, skywar di Mudipat yang terbuat dari banner ini sangat mudah dimainkan.

Kemudian, kesamaannya adalah dua-duanya membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Bagaimana tidak, dalam permainan skywar Mudipat yang mengadopsi konsep ular tangga tersebut terdapat beberapa kolom yang mengharuskan pemain meluncur ke beberapa nomor sebelumnya.

Game skywar tersebut dicetak di sebuah banner berukuran 3x4 meter. Terdapat 100 kolom yang berisi beberapa soal tentang aqidah, ibadah, Al Quran, dan kemuhammadiyahan (AIK). Selain itu terdapat beberapa kolom yang bertuliskan akhlak terpuji dan akhlak tercela.

Dalam kolom akhlak terpuji terdapat gambar pelangi menuju beberapa nomor selanjutnya. Sebaliknya, dalam kolom yang berisi akhlak tercela seperti tidak hormat pada guru atau melempari hewan, terdapat gambar petir yang melintang ke bawah. Adanya petir tersebut mengharuskan pemain turun beberapa nomor.

Tim AIK mudipat merancang permainan tersebut dalam rangka pembekalan materi agama dan akhlak siswa pada acara Darul Arqam, saat Ramadan lalu. Edy Susanto, kepala SD Mudipat, memang mengharuskan panitia acara untuk merancang permainan-permainan menarik dalam acara yang diselenggarakan di bulan Ramadan ini.

Sementara itu, Ummu Sulaim, ketua panitia mengatakan, skywar dipilih salah satunya karena cocok untuk metode belajar sekaligus bermain anak-anak. "Agar anak-anak semangat ikut kegiatan meski dalam keadaan berpuasa, kita harus rancang permainan semenarik mungkin," ungkapnya.

Selain permainan skywar yang dirancang untuk siswa kelas 3, puzzle tentang salat dan wudhu juga dihadirkan untuk siswa kelas 1 dan  Ada keriaan yang tak terhingga ketika anak didik diberi permainan nan kreatif.

Beberapa siswa berteriak tanda kecewa saat waktu permainan habis. “Yaaah, tambah lagi waktunya dong, Ustadzah,” rayu beberapa siswa terhadap guru pemegang kendali dalam permainan tersebut.

Permainan skywar ini memudahkan siswa belajar agama yang katanya sulit. Karena sesungguhnya agama itu mudah dan Muhammad SAW sang utusan pun pernah mengatakan, yassiruu wa laa tu’assiruu, yang artinya mudahkanlah dan jangan engkau persulit orang lain.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help