Surya/

Citizen Reporter

Sawi Literasi Cimahi

dengan memiliki keterampilan menulis dan membuat buku, para widyaiswara di Cimahi ini dijamin berbeda dari widyaiswara lainnya di Indonesia ...

Sawi Literasi Cimahi
pixabay.com
ilustrasi sawisabu 

Reportase Eko Prasetyo
Alumnus S2 Ilmu Komunikasi Universitas dr Soetomo Surabaya

GERAKAN literasi di Indonesia terus bergulir dan menyentuh semua kalangan. Di Cimahi, misalnya, guru-guru berprestasi di bidang IPA dikumpulkan di aula BPSDM Pemprov Jabar, pada 28-31 Agustus 2017. Mereka mendapat pelatihan menulis buku yang dihelat Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) IPA Bandung. Tapi, ada pemandangan berbeda dalam kegiatan tersebut.

Hal ini tak lain karena kehadiran korps widyaiswara P4TK IPA. Widyaiswara merupakan instruktur kalangan guru. Mereka tampak membaur dengan para guru dari mapel biologi, fisika, dan kimia untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek literasi) itu. Kejadian ini bisa dikatakan cukup langka karena mereka biasanya melakukan pendampingan dan melatih kaum pendidik.

Kepala P4TK IPA Dr Sediono Abdullah M.Si menegaskan bahwa pihaknya ingin ikut andil dalam pusaran pembudayaan literasi menulis di tanah air. ”Melalui program nasional satu guru satu buku ini, diharapkan akan lahir buku-buku bermutu yang ditulis oleh guru-guru IPA,” jelasnya.

Ia juga mendorong para pendidik untuk mau menghasilkan karya-karya yang lebih ramah pembaca, yakni buku populer. ”Karena buku populer itu lebih enak dibaca. Jadi kita tidak hanya mahir membuat buku-buku ilmiah saja,” tegas Sediono.

Dalam bimtek literasi tersebut, sekitar 130 peserta dibimbing langsung oleh Media Guru Indonesia. Pemimpin Umum Media Guru Indonesia, Mohammad Ihsan menuturkan, tak sedikit karya guru yang isinya hanya salin rekat (copy paste), terutama pada karya tulis ilmiah atau buku ilmiah.

”Bahkan ada yang terpeleset plagiarisme,” tuturnya. Karena itu, pihaknya mengajak para peserta untuk mau menulis buku dengan tulisan gaya kolom yang bahasanya lebih luwes.

Kegiatan tersebut menjadi istimewa karena Kepala P4TK IPA sekaligus meluncurkan gerakan sawisabu. Disebutkan bahwa ini bukan sawi biasa, melainkan sawi literasi. ”Sawisabu merupakan kependekan dari widyaiswara'>satu widyaiswara satu buku. Ini baru pertama di Indonesia yang dimulai dari kalangan widyaiswara,” terang Ihsan. Ia berharap, atmosfer ini mampu mendorong para widyaiswara lainnya untuk mendukung gerakan serupa.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help