Surya/

Berita Gresik

Pecinta Musang di Gresik Berbagi Pengalaman agar Tak Digigit Binatang Liar, ternyata beginiTriknya

"Kita berkumpul untuk berbagi pengalaman merawat musang," kata Paijo Mardanu (31), warga Kelurahan Karangturi, Gresik.

Pecinta Musang di Gresik Berbagi Pengalaman agar Tak Digigit Binatang Liar,  ternyata beginiTriknya
surya/sugiyono
MUSANG - Pecinta Musang Daerah Gresik berkumpul di bundaran Jl Sumatera Desa Randuagung Kecamatan Kebomas Gresik, Minggu (10/9/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pecinta musang daerah Gresik (Pudak) berkumpul untuk berbagi pengalaman tentang cara menjinakkan binatang liar.

Dalam komunitas itu tidak ada yang takut dengan musang, tapi mereka lebih mencintai musang lebih dari anggota keluarga.

Para pecinta musang saling bertukar pengalaman sehingga dapat menjinakkan binatang liar itu.

"Kita berkumpul untuk berbagi pengalaman merawat musang," kata Paijo Mardanu (31), warga Kelurahan Karangturi, Gresik, Minggu (10/9/2017).

Selain itu, pecinta musang Gresik bermaksud melindungi hewan yang semakin langka tersebut.
Sebab banyaknya lahan pertanian dan hutan kini beralih menjadi pemukiman.

"Kita juga melindungi musang agar tidak punah. Sebab sekarang ini banyak lahan terbuka hijau digunakan untuk perumahan, gudang dan Pabrik," imbuhnya saat berkumpul di taman bundaran Jl Sumatera, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas.

Berbagai jenis musang yang dimiliki anggota Pudak yaitu musang Pandan, Bali, Lombok, Akar, Bulan dan Lusi.

Musang-musang itu didapat dengan berbagai cara.

"Ada yang beli lewat online. Ada yang beli dari komunitas musang. Ada beli dari peternak musang," katanya.

Pemilik musang pasti pernah digigit namun tidak berbahaya. "Pemilik musang pasti pernah digigit. Biasanya saat musang ngambek," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help