Surya/

Berita Lifestyle

Ingin Terhindar dari Infeksi Hepatitis? Ini Cara Pencegahan Awalnya

Infeksi virus hepatitis membutuhkan sekitar 20 tahun untuk menyebabkan pengerutan hati atau sirosis

Ingin Terhindar dari Infeksi Hepatitis? Ini Cara Pencegahan Awalnya
surya/neneng uswatun hasanah
Skrining dengan pengambilan sampel darah salah satu anak jalanan di Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Kota Malang, Minggu (10/9/2017). 

SURYA.co.id | MALANG - Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Malang, dr Bogi Pratomo SpPD mengatakan Kota Malang memiliki kasus hepatitis yang cukup banyak.

"Rata-rata kondisi pasien yang dirujuk ke rumah sakit itu sudah parah. Inilah awal kepedulian kami untuk membuat pencegahan sejak dini dengan pelaksanaan skrining di berbagai lokasi selama beberapa tahun terakhir," jelasnya pada SURYA.co.id dalam acara skrining hepatitis dan penyuluhan kesehatan di Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Kota Malang, Minggu (10/9/2017).

Padahal jika sudah terlambat, hepatitis bisa menjalar menjadi kanker hati.

"Terutama jika tertular dari ibu sejak dalam kandungan dan tidak pernah melakukan skrining atau tes kesehatan. Infeksi virus hepatitis membutuhkan sekitar 20 tahun untuk menyebabkan pengerutan hati atau sirosis," lanjutnya.

Sehingga, skrining kali ini memang menargetkan pada ibu hamil atau anak-anak yang berisiko.

"Karena beban penyakit akan lebih besar untuk generasi yang akan datang. Anak yang telah terluar dari ibunya, jika tidak segera ditangani akan menularkan lagi ke anaknya, dan terus begitu," tegas Bogi.

Di luar negeri, katanya, fokus sudah pada pencegahan hepatitis.

Karena setelah terdiagnosa, pengobatan hanya bisa memperpanjang masa hidup namun tidak bisa 100 persen menyembuhkan.

"Beda hepatitis B dan C adalah hepatitis B sudah ada vaksinnya dan bisa dicegah, namun tidak ada pengobatannya. Sedangkan hepatitis C belum ditemukan vaksinnya, namun sudah memiliki obat yang bisa membunuh virus pada fase awal sakit," terang dia.

Pola hidup sehat memang harus dijaga agar terhindar dari infeksi virus hepatitis.

"Jika pola hidup sehat, ketahanan tubuh atau imunnya bagus, pergerakan penyakit akan lambat," tuturnya.

Anggota DPRD Kota Malang dan perwakilan Komunitas Perempuan Peduli Indonesia, Yaqud Ananda Gudban yang turut hadir juga berharap gerakan mensosialisasikan hepatitis dan bahayanya ini terus digaungkan.

"Agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan mendapatkan pencegahan serta penanganan secepatnya. Atau paling tidak mereka jadi waspada dan memproteksi diri. Semua orang yang memahami juga kemudian bisa menjadi agen untuk mensosialisasikannya," ujarnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help