Surya/

Berita Ekonomi Bisnis

Alasan ini, Gosyen Jaya Pilih Bermain di Segmen Menengah

"Di tengah pasar properti yang melambat ini, kami melihat potensi kebutuhan rumah tapak yang terus tumbuh," tutur Lilis Sugianto.

Alasan ini, Gosyen Jaya Pilih Bermain di Segmen Menengah
surya/sri handi lestari
Naga Setiawan, Director PT Gosyen Jaya (kiri) berdampingan dengan Lilis Sugianto, President Director PT Gosyen Jaya (kedua dari kiri), saat berada di rumah contoh proyek The Green Hill Residence di Surabaya, Sabtu (9/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah pasar properti yang dikeluhkan menurun, pengembang terus agresif dalam mengembangkan bisnisnya.

Bagi pengembang rumah tapak, mereka memilih memgambil segmen menengah untuk pengembangan produknya.

Hal itu dilakukan PT Gosyen Jaya, setelah melakukan gathering konsumen prospektif di bulan Agustus 2017 lalu, kini melanjutkan dengan soft opening proyek rumah tapak The Green Hill Residence di Gunung Anyar, Surabaya.

"Di tengah pasar properti yang melambat ini, kami melihat potensi kebutuhan rumah tapak yang terus tumbuh. Terutama di segmen menengah, sehingga kami pilih sediakan 161 unit rumah tapak di proyek The Green Hill Residence ini," jelas Lilis Sugianto, President Director PT Gosyen Jaya, Sabtu (9/9/2017).

Untuk proyek rumah tapak di kawasan Gunung Anyar, Kota Surabaya itu, Lilis menyiapkan rumah tapak empat type.

Dengan harga mulai Rp 617,782 juta hingga Rp 1,105 miliar. Tidak hanya runah tapak, untuk mendukung berkembangnya lingkungan perumahan yang dibangun, Lilis menyediakan bangunan komersial mini toko (miko) dengan harga jual Rp 557 juta berukuran tanah 48 meter.

"Bidikan rumah tapak ini lebih ke end user. Jadi kalau ada end user yang biasa dagang kecil-kecilan, bisa sekalian beli miko kami. Atau konsumen yang dananya ada di Miko, bisa beli miko, buka usaha, bisa lanjut beli rumah di komplek kami," lanjut Lilis.

Optimisme penjualan rumah tapak segmen menengah lebih bergairah dengan adanya respon pasar yang positif selama kegiatan customer gathering maupun soft launching. Dari sekitar 161 unit yang dipasarkan, sudah berhasil laku sekitar 90 unit.

Naga Setiawan, Director PT Gosyen Jaya, menambahkan, kebutuhan masyarakat akan rumah tempat tinggal terus bertambah.

"Memang saat ini trend apartement ikut menyasar para konsumen yang membutuhkan tempat tinggal. Namun rumah tapak tetap lebih menarik," jelas Naga.

Karema itu, di semester II ini, Naga optimis bisnis dan pasar rumah tapak akan tumbuh positif.
Apalagi ada rencana pemerintah melakukan penurunan syarat LTV (Loan to Value) atau uang muka rumah, menurut Naga akan membuat pengembang semakin agresif dalam menyediakan produk.

"Terutama untuk end user. Karena pengembang juga akan senang bila lingkungan yang kami kembangkan jadi. Tidak bangun, jual, kemudian tidak ada penghuni. Kalau ada penghuni, kami siap memberikan banyak fasilitas penunjang, kegiatan dan lainnya yang terkait dengan aktifitas sosial dan lingkungan dalam perumahan," tambah Lilis.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help