Surya/

Road To Election

Politisi Golkar Sebut Kandidat Harus Punya 500 Miliar Untuk Menang, Gus Ipul: Mending Tak Nyalon

Memasuki sesi kedua penyampaian visi dan misi bakal calon gubernur Jatim di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, ada sebuah kejadian unik.

Politisi Golkar Sebut Kandidat Harus Punya 500 Miliar Untuk Menang, Gus Ipul: Mending Tak Nyalon
SURYA Online/Sugiharto
Debat antara Gus Ipul dengan Anggota DPR RI, Ridwan Hisjam, saat penyampaian visi dan misi bakal calon gubernur Jatim di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Sabtu (9/9/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memasuki sesi kedua penyampaian visi dan misi bakal calon gubernur Jatim di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Sabtu (9/9/2017), ada sebuah kejadian unik.

Di tengah situasi diskusi, terjadi perdebatan antara Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Anggota DPR RI, Ridwan Hisjam (RH). Hal ini diawali dari pernyatan Ridwan yang membahas soal mahar politik di pesta demokrasi.

"Saya sudah berpengalaman di pilkada sebanyak dua kali. Yakni, di tahun 2003 dan 2008. Sayangnya, bukan berarti gagal, namun saya belum terpilih saja," ujar pria yang akrab disapa RK ini mengawali pidatonya.

"Untuk diketahui, bapak ibu sekalian, untuk pencalonan di 2008 lalu, saya menghabiskan sekitar Rp 50 miliar lebih," lanjutnya.

Politisi dari partai Golkar ini kemudian membandingkan dengan mahar politik yang harus dikeluarkan di tahun depan.

"Berdasarkan hitungan kami di DPP Golkar, bagi kandidat yang ingin mencalonkan diri di pilkada 2018 nanti harus menyiapkan Rp 500 miliar," ungkapnya.

"Jadi, kalau sudah punya Rp 500 miliar, sudah pasti dilantik (sebagai gubernur)," lanjutnya.

Gus Ipul yang berada di samping RK pun langsung menimpali.

"Ah. Belum pasti," ujar Gus Ipul tiba-tiba memotong sambutan RH yang kemudian disambung tawa peserta pertemuan.

Hal ini langsung ditimpali oleh RH.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help