Surya/

Bulu Tangkis

Menguak Rahasia Kesuksesan PB Djarum Mencetak Pebulu Tangkis Kaliber Dunia

GOR Djarum, jalan Jati Kudus, menjadi saksi kesuksesan PB Djarum mencetak atlet-atlet profesional.

Menguak Rahasia Kesuksesan PB Djarum Mencetak Pebulu Tangkis Kaliber Dunia
surya/dya ayu
Tampak depan pintu masuk GOR Djarum Kudus 

SURYA.co.id | KUDUS - GOR Djarum, jalan Jati Kudus, menjadi saksi kesuksesan PB Djarum mencetak atlet-atlet profesional.

Di GOR yang pembangunannya menghabiskan dana sebesar 30 miliar dan didirikan di atas lahan 43.207 m2 ini, memiliki standard internasional, bahkan masuk sebagai pusat pelatihan bulutangkis terbaik di Asia.

Kompleks GOR Jati terdiri dari gedung olahraga seluas 4.925 m2 dengan 16 lapangan.

Terdiri dari 12 lapangan beralaskan kayu dan empat lapangan beralaskan karet sintetis, lengkapi dengan tribun penonton.

Sebelum masuk ke lapangan, terdapat lorong jalan yang dihiasi foto-foto mantan-mantan atlet PB Djarum yang pernah bersinar.

Tak hanya itu, dalam kompleks GOR ini juga dilengkapi bangunan-bangunan lainnya, di antaranya mess atlet putra putri, mess pelatih putra putri, ruang pertemuan, ruang perkantoran, ruang makan, dapur,ruang fitness, ruang computer, ruang audio visual, serta ruang perpustakaan, dengan kapasitas 100 atlet nomor tunggal.

Untuk mess atlet terdiri dari 40 kamar dengan luas 1.834 m2. Sementara mess pelatih seluas 312 m2.

Ellen Angelina kepala Asrama dan pelatih putri mengatakan saat ini GOR dihuni sekitar 70 atlet putra putri tunggal, sementara untuk nomor ganda menempati pusat pelatihan di Jakarta.

Untuk model pembinaan, para atlet saat hari masuk, tak diperkenankan meninggalkan mess, sementara ketika hari libur yakni Rabu, Sabtu dan Minggu, para atlet diberikan kebebasan.

"Rabu, Sabtu, Minggu itu juga tidak asal ya. Mereka juga harus balik ke mess maksimal jam 9 malam untuk putri dan jam 10 malam untuk putra. Mereka harus menjalani latihan sebanyak dua kali. Untuk sekolah para atlet hanya masuk pada hari Rabu dan Sabtu, dari pukul 10 malam hingga 1 siang," kata Ellen Angelina pada Surya.co.id, Sabtu (9/9/2017).

Sementara itu, untuk makanan dan gizi atlet, setiap harinya koki PB Djarum menyediakan tiga kali sesi memasak untuk 150 porsi dengan berbagai masakan.

150 porsi itu terdiri dari 70 untuk atlet, sementara sisanya untuk pelatih dan pegawai.

GOR Jati Kudus ini merupakan gor ketiga PB Djarum yang diresmikan tahun 2006.

Sebelumnya PB Djarum menggunakan GOR Bitingan Lama, sebagai tempat pelatihan pertama tahun 1982, kemudian GOR Kaliputu.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help