Surya/

Road To Election

Kembalikan Formulir Pendaftaran Bacawali Madiun, Mahardika Jalan Kaki Diiringi Musik Rebana

Mahardika menuturkan, ia sengaja mengembalikan berkas formulir pendaftaran dengan cara yang berbeda karena ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa...

Kembalikan Formulir Pendaftaran Bacawali Madiun, Mahardika Jalan Kaki Diiringi Musik Rebana
SURYA Online/Rahadian Bagus
Bersama puluhan pendukungnya Mahardika mendatangi kantor DPC Demokrat dengan berjalan kaki dari Alun-alun Kota Madiun, Sabtu (9/9/2017) 

SURYA.co.id | MADIUN - Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Harryadin Mahardika resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota (bacawali) Madiun di DPC Partai Demokrat.

Bersama puluhan pendukungnya Mahardika mendatangi kantor DPC Demokrat dengan berjalan kaki dari Alun-alun Kota Madiun. Mahardika tampil mengenakan sarung dipadu dengan kemeja putih, jas hitam serta peci hitam.

Selama perjalanan menuju kantor DPC Demokrat di Jalan Ahmad Yani, Mahardika beserta para pendukungnya yang mengenakan kaus warna pink, biru muda dan abu-abu, diiringi alunan musik rebana serta salawat.

"Hari ini saya diantar teman-teman datang ke kantor DPC Partai Demokrat untuk mengembalikan formulir yang sudah saya ambil kemarin Senin (4/9/2017), kemarin," katanya saat ditemui, Sabtu (9/9/2017) siang.

Mahardika menuturkan, siang itu dia sengaja mengenakan baju adat yang menurutnya merupakan baju adat gabungan dari beberapa kultur.

"Ini sebenarnya bukan adat Betawi, tetapi universal, gabungan atau kombinasi dari beberapa kultur,"katanya.

Mahardika menuturkan, ia sengaja mengembalikan berkas formulir pendaftaran dengan cara yang berbeda karena ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa politik itu menyenangkan dan tidak menakutkan.

"Jadi politik ini harus dilakukan dengan cara-cara yang lebih menarik, bisa dinikmati dan membuat orang lebih bergembira. Jangan membuat takut,"jelas pria kelahiran Madiun ini.

Begitu juga dengan para pendukungnya yang siang itu mengenakan pakaian berwarna cerah dan netral.

"Ya, selama ini kan warna politik agak menyeramkan ada gambarnya macam-macam. Makanya kami pakai warna pink, biru muda. Supaya ya unsur-unsur kegembiraan itu selalu ada," imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help